Merpati Peneguh Keyakinan

Merpati Peneguh Keyakinan

Judul : Merpati Peneguh Keyakinan
Penulis : Irfan AmaLee
Penterjemah bahasa Inggris : Angela Al-Hamid
Ilustrasi Isi : Haji Pidi Baiq
Ilustrasi Sampul : Haji Pidi Baiq
Penyunting Naskah : Ilham D. Sannang
Desain Sampul dan Isi : Irfan AmaLee, Ana P. Dewiyana, dan Agus Rokhman
ISBN  :  9792693092
Penerbit : Pelangi Mizan

Kisah Merpati peneguh keyakinan, merupakan salah satu cuplikan kisah pencarian kebenaran yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim untuk mengetahui bagaimana cara Allah untuk menghidupkan yang mati. Nabi Ibrahim, mendapatkan ilham untuk menyembelih burung menjadi empat bagian kemduian memisahkan bagian-bagian tubuhnya di empat bukit.  Setelah itu, Nabi Ibrahim memanggil burung yang disembelih itu, atas kuasa Allah, burung tersebut hidup kembali tanpa luka apapun.

Kisah tersebut, diceritakan dengan manis dalam buku ini, karena diceritakan dari sudut pandang burung dengan kata-kata yang berirama, baik bahasa inggirsnya maupun bahasa Indonesianya.

‘Aku terbang tinggi di angkasa

Udara sangat panas membara.

Hari ini, sangat aneh terasa.

“Ada apa, ya?” Aku bertanya-tanya’

‘I soar up high into the sky.

The air up here is almost too hot to fly.

Today I feel something is awry.

“What’s up?” I want to ask, why?’

Kata-kata dalam buku ini, juga dituliskan dengan tidak bisa (garis lurus), tetapi bergelombang, naik-turun :)

Ilustrasi yang memenuhi lembar halaman  buku ini semakin mempercantik untaian kata dari buku ini. Saya suka sekali dengan penggunaan media crayon sebagai ilustrasinya.

Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Judul : Doa Tiga Ekor Ulat
Penulis : Iwan Yuswandi, dkk
Ilustrasi Isi : H. Pidi Baiq, Agung, Nur Cililia
Ilustrasi Sampul : Studio Air
Penyunting Naskah : Dadan Ramadhan
Penyunting Ilustrasi : Iwan Y
Desain Sampul dan Isi/strong> : Tumes dan Iwan
Pengarah Desain : Anfevi
ISBN : 978-979-752-837-9
Halaman : 113
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan : I, April 2008

Salah satu targetan saya di tahun 2013 adalah mengkoleksi buku-buku anak:) dan menjadi sangat menyenangkan, membuka tahun dengan membaca buku anak ^___^

Buku ini merupakan buku seri dongeng balita (Seri Little Muslim Explorer) yang terdiri dari lima dongeng, ada dongeng doa tiga ekor ulat, capung bersayap satu, kisah sebuah truk, Siamang penyanyi hutan. dan Sapi yang Pelit. Lima kisah ini tentu saja penuh dengan hikmah dan pelajaran yang bisa dicontoh oleh anak-anak yang membaca.

Doa tiga ekor ulat menceritakan tentang pohon yang hanya mempunyai tiga daun, kedua daun telah dimakan ulat sebelumnya, saat ulat teakhir yang kelaparan akan memakan daun terakhir ulatnya jatuh sampai akhirnya meninggal. Pohon yang sedih kemudian menangis dan airmatanya menumbuhkan daun-daun dengan rimbun. Dari kisah ini, anak-anak bisa belajar untuk berbagi apa yang kita miliki. Bisa jadi dengan memberi kita bisa mendapatkan lebih :)

Capung bersayap satu menceritakan seekor capung yang hanya mempunyai satu sayap sehingga tidak bisa terbang jauh seperti teman-temannya yang lain. Tetapi karena capung pandai mendongeng, capung bisa terbang melebihi jangkauan teman-teman yang pernah mengolok-oloknya. Kisah ini mengajarkan untuk bisa menghargai orang yang mempunyai kekurangan, bisa jadi dia mempunyai kekurangan di satu sisi namun di sisi yang lain dia punya banyak sekali kelebihan.

Kisah sebuah truk menceritakan sebuah truk yang sudah tidak berguna dan dibuang ke tempat pembuangan, namun berkat Mino, truk itu bisa berguna. Dongeng ini bisa menjadi contoh agar anak-anak tidak sembarangan membuang barang-barang yang tidak berguna, dengan kreativitas bisa membuat barang yang tampaknya tidak berguna bisa menjadi bermanfaat kembali.

Siamang penyayi hutan menceritakan tentang siamang yang suka menyanyi kapan saja, sehingga seluruh penghuni hutan terganggu dan mengusirnya dari hutan. Namun, karena siamang menyanyi pada saat yang tepat penduduk hutan merasa berterimakasih pada siamang. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa aktivitas yang dilakukan jadi mengganggu orang lain jika dilakukan pada saat yang tidak tepat. Misalnya dengan menangis sepanjang waktu, hehe

Sapi yang Pelit menceritakan sapi yang sangat kaya makanan, tetapi tidak mau berbagi. Ketika Sapi gagal memanen apel dan tidak mempunyai makanan sama sekali, hanya Kambing yang mau menolonngnya. Padahal kambing pernah sakit karena Sapi memberinya makanan yang sudah basi. Kisah ini memberikan pelajaran untuk terus berbagi.

Saya suka ceritanya, juga ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Untuk Balita, tentu saja buku ini harus didongengkan oleh orang tuanya. Karena jika membaca sendiri, untuk anak-anak balita yang baru belajar membaca kalimat dalam buku ini terlalu panjang.

Gaya ilustrasi di dalam buku ini yang beragam juga membuat saya (yang sudah dewasa) tidak bosan membaca buku ini berulang kali. Saya paling suka ilustasi oleh Nur Cililia dalam kisah sebuah truk dengan menggunakan media crayon.

Truk yang sedang menangis

Reading Challanges

Untuk reading challange Goodreads, tahun ini saya menetapkan target yang sama seperti halnya tahun 2012 juga tahun 2011. Dan di kedua tahun ini, saya belum bisa mencapainya. Banyak yang bisa dijadikan alasan dan kambing hitam tapi ketidak berhasilan saya memenuhi target karena saya belum sepenuhnya menjadikan kegiatan membaca aktif menjadi prioritas dalam hidup saya. Masih sebatas suka, belum cinta.

Dibandingkan dengan tahun 2011,  kegiatan membaca saya selama tahun 2012 menurun  dari 73% menjadi 65%. Juga kegiatan mengikuti berbagai diskusi buku, lauching buku, ataupun mengupdate blog ini untuk mereview buku.

Maka, saya berjanji bahwa tahun 2013 ini jangan sampai tidak lebih baik dari tahun 2011 bahkan lebih buruk daripada tahun 2012 untuk kegiatan membaca :)

She can! *sooo…I can :)*

Judul : She Can!

Catatan Inspiratif Wanita

Sang Pendobrak,

Mendobrak Tantangan,

Merentas Jalan ke Masa Depan

Penulis : Shahnaz Haque
Penyunting :
Pewajah Sampul :
ISBN
Halaman :
Penerbit :
Cetakan :

 

She can! ini merupakan sebuah buku yang  rangkuman dari tujuh kisah para wanita dari program tayangan TV “Tupperware SheCan!”, sebuah program yang menayangkan kisah para wanita Indonesia yang mencerahkan (enlighten),mengedukasi  (educate) dan memberdayakan (empowerment).

Buku ini mengisahkan tujuh orang perempuan yang berani mendobrak kondisi lingkungannya menjadi lebih baik tak hanya untuk dirinya namun juga untuk orang-orang di sekitarnya, berani berjuang untuk mimpi-mimpinya sehingga mencapai impiannya.

Sebelumnya saya sudah membaca tentang kiprah Kiswati di berbagai media, namun membaca kembali kisahnya melecutkan semangat dalam diri saya. Kiswati, adalah seorang yang punya impian menjadi orang yang pintar, hanya saja karena terlalu miskin ia hanya bisa mengenyam pendidikan sampai SD. Ayahnya berusaha menghiburnya bahwa dengan baca dia tetap bisa pintar. Maka impiannya, punya perpustakaan gratis agar orang-orang miskin seperti dirinya  bisa ikut mendapatkan ilmu. Kiswati, membuat buku menjadi prioritas dalam hidupnya, ketika sebagian besar penghasilan sebagai pembantu  dibelikan untuk buku, ketika menerima pinangan suami dengan syarat mendukungnya akan kecintaannya terhadap buku, juga ketika uang keperluan anaknya dipangkas untuk buku. Tak hanya membuka perpustakaan di rumahnya, Kiswati juga bersemangat untuk meminjamkan buku secara gratis dengan sepeda ontelnya. Sehingga dikenal sebagai perpustakaan sepeda ontel. Banyak orang yang mencemooh, karena latar pendidikan dan pekerjaannya, tapi Kiswati tak pernah patah semangat untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, kegigihannya untuk mewujudkan  impiannya berbuah hasil,  perpustakaannya semakin berkembang dengan ribuan koleksi buku juga kegiatan-kegiatan yang mendidik untuk anak-anak. Apalagi  setelah kiprahnya diketahui seluruh penjuru negeri sehingga  menggerakan banyak orang untuk memberikan donasi. Kisah Kiswati, menginspirasi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mewujudkan impian.

Begitupula dengan kisah Ema Susanti seorang sineas muda yang punya impian untuk bisa melanjutkan kuliah.  Meskipun kondisi keuangan tak memungkinkan tak memadamkan impiannya, selepas SMA beragam pekerjaan dilakukan namun tak juga mengantarkannya ke bangku perkualiahan sampai kemudian menjadi TKW di Hongkong. Saat menjadi TKW di Hongkong itulah dia bisa menabung sampai mencukupi untuk bisa kembali ke Indonesia dan kuliah sesuai dengan impiannya.

Keterbatasan seringkalipula menempa seseorang untuk bisa lebih tangguh dalam menjalani hidup, seperti kisah Cristine Hakim (bukan bintang film) seorang ratu keripik singkong balado, oleh-oleh dari Padang. Kehidupan masa kecil yang sulit secara ekonomi karena ayahnya telah meninggal, menempa dirinya untuk bekerja keras dan membanting tulang membantu ibunya berjualan makanan ringan. Kesuksesannya membuat penganan keripik singkong balado bukanlah sebuah proses instant, semangat berbagi mendorongnya untuk berbagi kesuksesan dengan memberi bimbingan dan bantuan perlatan atau bahan mentah pada seluruh anggota UKM pada koperasi yang  dipimpin olehnya.

Tentunya, di Indonesia tak ada yang tak mengenal Anne Avantie dan Waljinah kedua perempuan ini menjadi maestro di bidangnya masing-masing. Tau dan menyadari bakat yang dimiliki tak akan berguna jika tidak dikembangkan dengan sungguh-sungguh. Anne Avantie yang memiliki kecintaan terhadap dunia anak-anak dan kesehatan mendorongnya mendirikan Wisma Kasih, berbeda dengan Waljinah yang memiliki kencintaan di dunia keroncong menyulap garasi rumahnya menjadi tempat untuk berlatih keroncong, menyiapkan generasi penerus dalam melestarikan seni keroncong.

Semangat untuk terus hidup, ditunjukkan oleh Tiara Savitri yang telah berkali-kali divonis mati karena penyakit lupus yang menggerogoti tubuhnya namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Tiara terus melanjutkan hidup, menikah, kemudian melahirkan seorang anak dan mendirikan Yayasan Lupus Indonesia. Meskipun cobaan mendera dengan kematian suaminya yang terkena kanker, Tiara tak berhenti untuk terus berjuang  menjadi seorang pekerja sosial.
Ada hikmah dari musibah yang menipa, dialami juga oleh presenter dan brand ambassador dari merk yang mensponsori acara dan buku ini. Menderita kanker ovarium membuat Shahnaz Haque menjadi lebih dekat dengan ayahnya dan menjadi titik balik dalam hidupnya.

Dalam buku ini, tidak hanya kisah yang dituturkan dari sumber secara langsung tapi terdapat pulan komentar singkat dari beberapa orang terdekat, sehingga kita bisa melihat gambaran orang tersebut secara utuh. Meskipun tentu saja, karena ini buku ini bukan buku biografi perorangan maka masing-masing kisah  tidak diulas secara detail dan mendalam. Tapi, cukup untuk memberikan gambaran kisah hidup para tokoh wanita ini dan kenapa para wanita ini cocok untuk dinobatkan sebagai “Sang Pendobrak”

Saya suka buku yang menceritakan beragam kisah yang menginspirasi, karena pengalaman adalah guru termahal. Dari membaca kisah hidup orang kita bisa belajar banyak hal dari beragam pengalaman orang tersebut.
1. Jika selama ini, saya seringakali menunda melakukan sesuatu untuk bisa berkontribusi, memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar karena berbagai alasan, maka saya merasa sangat malu membaca kisah mereka yang berada di buku ini yang dalam keterbatasannya bisa melakukan sesuatu. . Maka, tak ada alasan lagi bagi saya untuk menunda mewujudkan impian saya. Mulai dari sekarang, sekecil apapun yang saya bisa.
2. Harus punya mimpi, memilihara impian itu betapun sulitnya dan rasanya tidak mungkin untuk mewujudkan impian, dan terus berusaha mewujudkannya.
3. Kondisi yang serba sulit, terkadang membuat kita menjadi semakin tertempa dengan semangat juang yang tinggi. Selalu ada hikmah dibalik kesulitan yang menimpa.

She Can! Soooo… I can :)

Having Fun di Perpustakaan, Kenapa Engga?

Langkah kreatif dan inovatif dilakukan oleh perpustakaan-perpustakaan di Belanda sehingga mendobrak stereotype perpustakaan sebagai tempat yang membosankan.

Langkah tersebut dimulai dengan arsitektur perpustakaan yang tak hanya unik dan menarik tetapi juga ramah terhadap lingkungan seperti  TU Delf Library. Di disain oleh Mecannoo, gedung ini memanfaatkan atapnya untuk ruang hijau yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai dan bermain, selain itu berfungsi sebagai pendingin dan membantu mengendalikan limpasan air hujan.

Gedung Perpustakaan TU-Delf


Hal yang menarik dari berbagai perpustakaan  di Belanda adalah penggunaan desain interior dengan  perpaduan warna yang cerah  sehingga menghapus kesan perpustakaan suram dan kelam. Seperti perpustakaan DOK Library (DOK merupakan  pusat media yang mengkombinasikan musik dan film (dalam bahasa Belanda disebut Discotake) dan literatur Openbare bibliotheek Koninklijke) yang bertempat di Delf, warna ruangan disesuaikan dengan genre buku yang dipajang. Misalnya untuk buku-buku bergenre roman maka nuansa ruangan didominasi oleh warna merah, sedangkan untuk buku-buku grafis, ruangan dipulas dengan warna kuning-merah muda  dengan sofa hitam. Juga penggunaan tema ruangan belajr di perpustakaan TU-Delf.

Warna-warni di ruangan DOK Library

Warna-Warni Perpustakaan TU-Delf

Kursi-kursi yang ada dalam perpustakaan dibuat dengan desain keren juga super nyaman sehingga betah duduk berlama-lama di kursi-kursi tersebut.

Kursi-kursi keren dan nyaman di DOK library

Kursi-kursi  keren di Perpustakaan Universitas Amsterdam

Kursi-kursi keren di Perpustakaan TU-Delf

Berbagai fasilitas disediakan untuk membuat orang bisa bersenang-senang  di perpustakaan, bukan hanya untuk para kutu buku saja, tetapi juga para maniak musik dan film. Seperti di DOK Library, yang tak hanya menyediakan pemutar film atau musik tetapi juga  menyediakan kursi yang super nyaman untuk pencinta musik:

Kursi musik (Muziekstolen)

Selain itu, berbagai perpustakaan juga menyediakan fasilitas bermain untuk anak. Melihat galeri foto DOK tampak terlihat bahwa perpustkaan ini seringkali mengadakan acara sehingga sejak dini, anak-anak sudah terbiasa bermain dan menghabiskan waktu di perpustakaan.

Fasilitas bermain untuk anak di DOK Library

Tempat bermain akan di Almere Library

Berbagai kemudahan juga ditawarkan oleh berbagai perpustakaan dengan fasilitas digital self service.

Fasilitas digital dari Amsterdam Schiphols Airport Library

Fasilitas Digital di DOK Library

Fasilitas digital di Perpustakaan TU-Defl

Inovasi juga dilakukan buat orang-orang yang males dateng ke perpustakaan dengan menyediakan perpustakaan di ruang publik seperti bandara dan pantai.

Perputakaan di Pantai: serunya membaca dengan semilir angin pantai dan lantunan ombak

Lagkah kreatif juga dilakukan dengan  membuat perpustakaan bergerak dari kontainer sehingga bisa  menjangkau sekolah-sekolah yang kekurangan dana ataupun tempat untuk perpustakaan. Meskipun dari kontainer, desain perpustakaan ini tak kalah menarik lhoo, jendela yang besar sehingga anak-anak bisa melihat ke luar. Interior yang menyenangkan  membuat anak-anak betah di dalam perpustakaan ini.

BiebBus: kontainer yang dialihfungsikan sebagai perpustakaan

Dengan langkah inovasi dan kreatif peran perpustakaan di Belanda tak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga menumbukembanngkan budaya baca-tulis. Sehingga tak heran, perpustakaan menjadi salah satu tempat alternative bagi para warganya untuk menghabiskan liburan dan tentu saja: untuk bersenang-senang.

Bersenang-senang dimulai dari perpustakaan

Referensi:

Previous Older Entries

Anggota komunitas BBI

Goodreads

No data found
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists

Berkas

Yang mampir...

  • 1,887 kali
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.