Cara Mendidik Anak Ala China

battle-hymn-of-the-tiger-mother-cara-mendidik-anak-agar-sukses-cara-china

“Mommy ibu yang mengerikan.Egois. Tidak peduli apa-apa kecuali diri sendiri. Apa-Mommy tidak percaya betapa tidak bersyukurnya aku? Setelah semua yang Mommy lakukan untukku? Semua yang Mommy bilang Mommy lakukan untukku sebenarnya Mommy lakukan untuk diri sendiri.”

Begitulah yang dikatakan Lulu, anak kedua dari Amy Chua sebagai puncak dari pemberontakan dari didikan ala China Ibunya yang super keras. Sebelumnya Lulu seringkali tidak patuh terhadap Ibunya yang menuntutnya untuk latihan piano, bahkan meskipun alat musiknya diganti dengan biola, Lulu menunjukkan perlawanan  atas segala pemaksaan yang dilakukan Ibunya ketika mengharuskannya  latihan biola lebih lama atau bermain biola ketika liburan atau ketika harus memainkan biola di hari specialnya. Tapi, sebagai Ibu China, Amy tak pernah mengalah dan menganggapnya sebagai sebuah pertempuran. Meski pun begitu, Lulu selalu mendapatkan prestasi membanggakan di sekolah .Berbeda dengan Lulu, Kakanya Sophia sangat penurut dan memenuhi semua rencana dan ambisi ibunya sehingga menjadi anak yang membanggakan dan menuai banyak pujian.

Buku ini, merupakan sebuah memoar Amy Chua, seorang Ibu imigran keturunan China di Amerika yang mendidik kedua anaknya dengan ala-China. Meskipun Amy Chua seorang professor yang menyenangkan bagi mahasiswanya di sebuah universitas Yale, tidak untuk kedua anaknya. Berbagai peraturan ketat diterapkan, seperti halnya orang tua China yang melarang anak-anaknya untuk menginap di rumah teman, janjian bermain bersama teman-teman, ikut drama di sekolah, mengeluh karena tidak diizinkan ikut drama di sekolah, menonton TV atau main game kompoter, memilih kegiatan ekstrakulikuler sendiri, mendapat nilai di bawah A, tidak mendapat nomor satu di setiap pelaaran kecuali olahraga dan drama. Ibu China percaya bahwa tugas sekolah selalu menempati urutan pertama, nilai A minus itu jelek, anak-anak harus mencapai taraf penguasaan matematika dua tahun di atas kemampuan teman-teman sekelasnya, orangtua tidak boleh memuji anak di depan orang lain, kalau anak sampai pernah berbeda pendapat dengan guru atau pelatih, orang tua harus membela guru atau pelatih, satu-satunya kegiatan yang boleh dilakukan adalah yang memungkinkan merek amemenangkan mendali dan mendalinya harus mendali emas. Menurut Amy, orang tua China punya dua keunggulan dibandingkan dengan orangtua Barat: pertama, cita-cita yang lebih tinggi untuk anak-anaknya dan yang kedua, rasa hormat yang lebih besar terhadap anak-anaknya dalam mengenal seberapa banyak hal yang mampu mereka pelajari. Oleh karena itu, Amy percaya sepenuhnya pendidikan ala China-seperti yang diterapkan orangtuanya padanya merupakan pola pendidikan yang sangat tepat dibandingkan dengan pendidikan barat. Menurutnya, terdapat tiga perbedaan besar antara pola pikir orangtua China dan Barat. Pertama, orang tua Barat luarbiasa cemas tentang harga diri anak-anak mereka, mereka prihatin tentang keadaan jiwa anak-anak mereka sementara orang tua China memegang teguh kekuatan dan bukan kerapuhan. Kedua, orangtua China yakin bahwa anak-anak mereka berhutang segalanya kepada mereka sehingga anak-anak China sepanjang hidupnya harus membalas budi kepada orang tua mereka dengan mematuhi dan membuat orang tua mereka bangga. Dan yang ketiga, orang tua China yakin mereka tahu apa yang terbaik untuk anak-anak mereka dan oleh sebab itu mengabaikan semua keinginan dan pilihan anak-anak mereka.
Maka sangat wajar bila tidak ada waktu untuk berleha-leha atau bersenang-senang atau bermain bagi kedua anaknya, setiap saat mereka selalu sibuk,mengerjakan berbagai tugas selain berlatih keras dengan alat musik yang dipilhkan oleh Ibunya, piano untuk Sophia dan biola untuk Lulu.
Mereka dituntut bukan hanya sekedar bisa tapi bisa mecapai prestasi dan melakukan yang terbaik sejak usia dini juga untuk berlaku sesuai kesopanan. Tidak satu hari pun mereka membolos latihan, bahkan pada hari ulang tahun mereka atau di hari mereka sakit, dan pada hari berlibur sekalipun. Bukan hanya memberikan les tambahan atau menghadirkan guru musik yang hebat,bahkan ditengah kesibukan pekerjaannya, Amy meluangkan waktu mengantarkan anaknya dan mengawasi dengan sangat ketat waktu mereka berlatih alat musik tersebut dan tak segan-segan mengecam atau menghina permainan anaknya.Tak segan-segan Amy mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk mendukung anaknya mencapai prestasi juga memberikan pesta yang mewah untuk merayakan keberhasilan anaknya tersebut.

Buku ini memberikan jawaban, bagaimana anak-anak China dapat mencapai prestasi yang mencengangkan sejak dini, bagaimana seorang Ibu menempa mental anaknyam enjadi mental juara-yang pantang menyerah dan melipat gandakan usaha dan kerjakeras. Meskipun tampak “sangat tega” terhadap anak, tapi saya yakin orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. –Termasuk Amy Chua yang yakin dengan kerasnya didikan sejak dini, anak-anaknya akan menuai masa depan yang gemilang. Karena didikan orang tuanya mengantarkan dirinya dan juga saudara-saudaranya menjadi sesosok yang berhasil. Dalam buku ini, diceritakan bukan hanya anak saja yang bekerja keras tetapi Ibu juga. Meski harus melewwati “peperangan” dengan anaknya atau bahkan dengan suaminya.

“Tujuan Mommy sebagai orang tua adalah menyiapkan kalian untuk masadepan-bukan untuk membuat kalian suka pada Mommy.”

“Segala sesuatu yang saya lakukan sudahjelas 100% untuk kepentingan kedua putri saya. Bukti yang paling kuat, begitu banyak upaya yang saya lakukan untuk Sophia dan Lulu menyengsarakan, meletihkan dan jauh dari menyenangkan untuk saya sendiri.”

Dari buku ini saya juga belajar bahwa tidak semua pola asuh bisa diterapkan dengan tepat untuk semua anak. Hal ini dicontohkan, dengan suksesnya didikan China untuk anak pertamanya  tapi Amy harus berdamai dengan keduanya. Ketika Lulu menginjak remaja dengan memberikannya sentuhan didikan Barat yang percayaakan pentingnya pilihan pribadi, berkacapada ayahnya Amy yang merasa tidak cocok dengan didikan China dari orang tuanya sehingga memutuskan pergi jauh dari keluarganya dan membenci keluarganya.

Banyaksekali quote di bukuini yang sayasuka, dan nilai plusnya, dibuku ini quote tersebut diberikan tandakhusus

“Hidup ini begitu singkat dan begitu rapuh, tentunya kita masing-masing harus berusaha memberi sebanyak mungkin makna pada setiap tarikan napas kita, setiap detik dari waktu yang berlalu.”

Didikan keras atau lunak bukan merupakan parameter tanda cinta atau sayang orang tua pada anaknya. Jadi jangan pernah menjudge para orang tua yang membesarkan anaknya dengan cara yang berbeda dari lingkungan pada umumnya.
Salut untuk para Ibu di seluruh dunia.

Judul : Battle Hymn of The Tiger Mother : Mendidik Anak agar Sukses ala China
Penulis : Amy Chua
Penterjemah : Maria Sundah
ISBN 9789792270822
Halaman : 248
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit
: Cetakan Kedua, Desember 2011

…Postingan ini, diikutkan dalamn Non-Fiction Reading Challenge 2015

Advertisements
Tagged , , , ,

Cerita tentang Orkestra

Buku ini membahas sejarah musik klasik mulai era barok, era klasik dalam musik klasik, era romantik, sampai era modern juga memperkenalkan komposer-komposer dari setiap era tersebut. Meskipun singkat, tapi kita bisa tahu secara garis besar kehidupan komposer pada era tersebut serta karyanya. Ya, kita bisa mendengarkan karya dari setiap komposer-komposer tersebut seperti Wanger, Vivaldi, Bach, Hydn, Beethoven, Tchaikovsky, Brahms, Mahler, Debussy, Stravinsky, dll. Serunya, di buku ini, disertai penjelasan lagu yangn ada di track CD misalnya menceritakan apa atau efek yang ingin disampaikan oleh komposernya 😀

 

Ada banyak fakta mengejutkan yang saya dapat dari buku ini, contohnya Debussy yang terinspirasi oleh alat musik gamelan dalam acara Paris Exposition pada tahun 1889 sehingga menghasilkan musik baru! (ini maksudnya gamelan..gamelan Indonesia?! woww.. kalau bener dari Indonesia, berarti musisi Indonesia di tahun 1889 udah go international. PR banget buat saya nyari tau tentang gamelan).

Sepertinya setelah membaca cerita tentang Hydn, saya jadi suka sama sosok Hydn. Selain dia disebut Papa Joe oleh murid-muridnya karena baik, lembut dan bersifat kebapakan, juga karena dia mennghasilkan dua murid  yang menjadi komposer hebat, yaitu Mozart dan Beethoven.

Alat musik yang digunakan dalam orkestra juga dibahas dalam buku ini. Disertai contoh lagu yang mewakili instrumen tersebut, tentunya ditambah penjelasan lagu terkait instrumen yang dimainkan.

Sebagai penyuka musik klasik, saya seneng banget bisa membaca buku ini, apalagi buku ini disertai oleh warna-warni ilustrasi yang menarik di setiap halamannya. Meskipun termasuk buku anak, saya yang sudah dewasa mendapatkan banyak hal yang baru tentang orkestra dari buku ini.

Tagged ,

2014 TBRR PILE- A Reading Challange

Karena buku yang menumpuk pada akhirnya lebih banyak daripada buku yang dibaca di tahun kemarin, makanya saya memberanikan ikutan a reading challange yang dihosting oleh Hobby Buku.

Nyoba-nyoba ngelist buku-buku yang cuman nampang di lemari aja selama ini… dan semakin bertambah tahun bukan semakin berkurang listnya -_____-‘

  1. 35 sirah sahabiyah jilid 1
  2. 35 sirah sahabiyah jilid 2
  3. A beautiful mind
  4. A man named Dave (English)
  5. A perfectly good family (English)
  6. Al- Islam
  7. Annehouse of dreams (English)
  8. Anne of windy poplars (English)
  9. Angsa-angsa liar
  10. Api Sejarah 1
  11. Api sejarah 2
  12. Argenteuil
  13. Back when we were grown up (English)
  14. Berebut jiwa bangsa
  15. Boulevard de clichy
  16. Buffet
  17. Cawandatu
  18. Che Guevara: Revolusi Rakyat
  19. China Inc
  20. Cut Nyak Din
  21. Dakwah Fardiyah
  22. Delapan mata air kecemerlangan
  23. Desirable daughters
  24. Devine Secret of yaya Sisterhood (English)
  25. DNA Mutation Powerhouse (English)
  26. Eight cousin (English)
  27. Escape
  28. Evening (English)
  29. Harry Potter jilid 5 (English)
  30. Hirosima
  31. Indigostar
  32. Ketika Allah menguji kita
  33. Little women (English)
  34. Maeve Binchy (English)
  35. Maling Republik
  36. Max Havelar
  37. Mengubah dunia: kewirausahaan sosial dan kekuatan gagasan baru
  38. Memoirs of Geisha (English)
  39. Muhammad: Nabi dan Negarawan
  40. Nasihat untuk Orang-orang Lalai
  41. Night (English)
  42. Perempuan istimewa: teladan di medan dakwah
  43. Pengantin subuh
  44. Pergulatan muslim di barat
  45. Pramoedya Ananta Toer
  46. Proses kreatif: mengapa dan bagaimana saya mengarang jilid 3
  47. Proses kretaif: mengapa dan bagaimana saya mengarang: jilid 4
  48. Rose in bloom (English)
  49. Satu Tiket ke Surga
  50. Sejarah Perempuan Indonesia
  51. Singa dan Banteng
  52. Suddenly Supernatural
  53. Sumatra tempo doeloe
  54. Sumbangan Islam kepada ilmu dan peradaban modern
  55. Suppressed Invention and other Discoveries
  56. The Afganistan girl
  57. The devil wear Prada (English)
  58. The HERetic’s Daughter
  59. The lighthouse (English)
  60. The Great women
  61. The heavenly couple
  62. The Paladin
  63. The rise of Indi
  64. The world below (English)
  65. Umar bin Khattab
  66. People of Spark
  67. Young Samurai: The way of warrio
  68. Xar&Vichattan:Tahta Cahaya
  69. Xar&Vichattan: Ahli waris

 

Mengenang Kembali Dongeng Sepanjang Masa

Hans Cristian Anderson

Judul : Dongeng Sepanjang Masa
Penulis : H.C. Andersen
Penterjemah : Ismail Isdito
Penyunting : Alit Tisna Palupi
Pewajah Sampul dan ilustrasi :  Yfana Khadija Amelz
ISBN : 9797802949
Halaman : 184
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Cetakan pertama,2008

Dulu, waktu saya masih kecil, buku cerita dari Hans Cristian Andersen menjadi salah satu harta karun saya karena saat itu saya pertamakali mempunyai buku hardcover, tebal, fullcolor dengan kertas glossy. Saya masih ingat betapa saya menyukai gambar-gambar di dalamnya juga cerita yang kadang aneh,lucu, atau sedih,mengharukan namun satu akhir bahagia. Maka ketika saya menemukan buku ini dan membuka lembarannya yang bernuansa kuno. Saya langsung suka banget karena mengingatkan saya pada buku favorite saya waktu kecil meskipun kumpulan ceritadalam buku ini tak percis sama dengan cerita-cerita buku yang saya punya waktu kecil dulu 😀

Dalam buku ini terdapat cerita yang sudah saya kenal seperti Gadis Penjual Korek Api, Sepasang Sepatu Merah, Cinta Sejati Putri Duyung, Anak Itik Buruk Rupa, Serdadu Timah yang Berani, Burung Bangau, Si Kecil Tiny dan Sebelas Angsa Liar. Tetapi ada juga cerita yang baru saya tau atau baru saya ingat kembali seperti Koper Ajaib, Kasih Ibunda, Nenek, Hans Kikuk, Keluarga Bahagia, Orang Tua Selalu Benar serta Balada Gasing dan Bola.

IMG_20130707_093044

Sekilas tentang Hans Cristian Andersen yang dikutip dari buku ini:

Hans Cristian Andersen lahir di Odense, Denmark pada tanggal 2 April 1805. Latar belakang keluarganya sangat memengaruhi karya sastra yang dihasilkannya-menggambarkan kesenjangan yang mencolok antara golongan miskin dan kaya. ibunya hanya seorang tukang cuci di keluarga kaya, sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang sepatu.

Kecintaan Andersen pada seni mulai tampak sejak muda. Ia meninggalkan rumahnya pada usia 14 tahun untuk mencari nafkah, kemudian mencoba menjadi penyanyi dan aktor. Namun, di awal perjalanan kariernya sebagai seniman, ternyata ia kurang beruntung dan ernah menderita hingga hampir mati kelaparan.

Dengan beasiswa yang diterimanya dari Direktur Teater Kerjaan, Andersen dapat meneruskan kuliah di sebuah universitas di Kopenhagen. lalu, ia mulai menulis. Pada awalnya, ia dikenal sebagai penyair. Berkat puisi-puisinya ia mendapat dukungan fiannsial dari beberapa pihak sehingga ia bisa melakukan perjalanan keliling Eropa.

Buku dongengnya terbit pertama kali pada 1853. Buku itu meraih sukses besar, kemudian disusuk dengan beberapa jilid buku cerita anak yang  terbit hampir setiap tahun berturut-turut hingga 1872. buku-buku dongeng yang ditulisnya membuat Andersenmenjadi pengarang terbesar diDenmark dan salah satu penulis cerita anak yang paling disayangi di dunia. Sepanjang hidupnya, Andersen menulis lebih dari seratus lima puluh dongeng dan hasil karyanya telag diterjemahkan ke dalam lebih dari seratus bahasa.

Saat ini, Cristian Andersen Award merupakan salah satu penghargaan yang tertinggi untuk karya sastra anak. Penghargaan yang dikeluarkan oleh suatu yayasan yang diketuai Ratu Margaretge II dari Denmark  itu diberikan hanya kepada seorang pengarang dan ilustrator setiap dua tahun sekali

Postur hans Cirtian Andersen yang jangkung kurus dan berhidung besar, membuatnya merasa berpenampilan buruk. Jadi tidak mengherankan bahwa tema-tema ceritanya menyiratkan keberpihakannya kepada mereka yang tersisih dan menderita. Dalam tulisannya, ia juga sering mengejek orang-orang yang norak dan sombong.
Moral cerita Andersen banyak mengajarkan kepada kita bahwa penampilan yang serbasempurna sering menutupi kebusukan. sementara itu, di balik penampilan yang serbakurang ternyata tersimpan kecantikan hati nurani yang hakiki.

Tagged ,

Merpati Peneguh Keyakinan

Merpati Peneguh Keyakinan

Merpati Peneguh Keyakinan

Judul : Merpati Peneguh Keyakinan
Penulis : Irfan AmaLee
Penterjemah bahasa Inggris : Angela Al-Hamid
Ilustrasi Isi : Haji Pidi Baiq
Ilustrasi Sampul : Haji Pidi Baiq
Penyunting Naskah : Ilham D. Sannang
Desain Sampul dan Isi : Irfan AmaLee, Ana P. Dewiyana, dan Agus Rokhman
ISBN  :  9792693092
Penerbit : Pelangi Mizan

Kisah Merpati peneguh keyakinan, merupakan salah satu cuplikan kisah pencarian kebenaran yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim untuk mengetahui bagaimana cara Allah untuk menghidupkan yang mati. Nabi Ibrahim, mendapatkan ilham untuk menyembelih burung menjadi empat bagian kemduian memisahkan bagian-bagian tubuhnya di empat bukit.  Setelah itu, Nabi Ibrahim memanggil burung yang disembelih itu, atas kuasa Allah, burung tersebut hidup kembali tanpa luka apapun.

Kisah tersebut, diceritakan dengan manis dalam buku ini, karena diceritakan dari sudut pandang burung dengan kata-kata yang berirama, baik bahasa inggirsnya maupun bahasa Indonesianya.

‘Aku terbang tinggi di angkasa

Udara sangat panas membara.

Hari ini, sangat aneh terasa.

“Ada apa, ya?” Aku bertanya-tanya’

‘I soar up high into the sky.

The air up here is almost too hot to fly.

Today I feel something is awry.

“What’s up?” I want to ask, why?’

Kata-kata dalam buku ini, juga dituliskan dengan tidak bisa (garis lurus), tetapi bergelombang, naik-turun 🙂

Ilustrasi yang memenuhi lembar halaman  buku ini semakin mempercantik untaian kata dari buku ini. Saya suka sekali dengan penggunaan media crayon sebagai ilustrasinya.

Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Judul : Doa Tiga Ekor Ulat
Penulis : Iwan Yuswandi, dkk
Ilustrasi Isi : H. Pidi Baiq, Agung, Nur Cililia
Ilustrasi Sampul : Studio Air
Penyunting Naskah : Dadan Ramadhan
Penyunting Ilustrasi : Iwan Y
Desain Sampul dan Isi/strong> : Tumes dan Iwan
Pengarah Desain : Anfevi
ISBN : 978-979-752-837-9
Halaman : 113
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan : I, April 2008

Salah satu targetan saya di tahun 2013 adalah mengkoleksi buku-buku anak:) dan menjadi sangat menyenangkan, membuka tahun dengan membaca buku anak ^___^

Buku ini merupakan buku seri dongeng balita (Seri Little Muslim Explorer) yang terdiri dari lima dongeng, ada dongeng doa tiga ekor ulat, capung bersayap satu, kisah sebuah truk, Siamang penyanyi hutan. dan Sapi yang Pelit. Lima kisah ini tentu saja penuh dengan hikmah dan pelajaran yang bisa dicontoh oleh anak-anak yang membaca.

Doa tiga ekor ulat menceritakan tentang pohon yang hanya mempunyai tiga daun, kedua daun telah dimakan ulat sebelumnya, saat ulat teakhir yang kelaparan akan memakan daun terakhir ulatnya jatuh sampai akhirnya meninggal. Pohon yang sedih kemudian menangis dan airmatanya menumbuhkan daun-daun dengan rimbun. Dari kisah ini, anak-anak bisa belajar untuk berbagi apa yang kita miliki. Bisa jadi dengan memberi kita bisa mendapatkan lebih 🙂

Capung bersayap satu menceritakan seekor capung yang hanya mempunyai satu sayap sehingga tidak bisa terbang jauh seperti teman-temannya yang lain. Tetapi karena capung pandai mendongeng, capung bisa terbang melebihi jangkauan teman-teman yang pernah mengolok-oloknya. Kisah ini mengajarkan untuk bisa menghargai orang yang mempunyai kekurangan, bisa jadi dia mempunyai kekurangan di satu sisi namun di sisi yang lain dia punya banyak sekali kelebihan.

Kisah sebuah truk menceritakan sebuah truk yang sudah tidak berguna dan dibuang ke tempat pembuangan, namun berkat Mino, truk itu bisa berguna. Dongeng ini bisa menjadi contoh agar anak-anak tidak sembarangan membuang barang-barang yang tidak berguna, dengan kreativitas bisa membuat barang yang tampaknya tidak berguna bisa menjadi bermanfaat kembali.

Siamang penyayi hutan menceritakan tentang siamang yang suka menyanyi kapan saja, sehingga seluruh penghuni hutan terganggu dan mengusirnya dari hutan. Namun, karena siamang menyanyi pada saat yang tepat penduduk hutan merasa berterimakasih pada siamang. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa aktivitas yang dilakukan jadi mengganggu orang lain jika dilakukan pada saat yang tidak tepat. Misalnya dengan menangis sepanjang waktu, hehe

Sapi yang Pelit menceritakan sapi yang sangat kaya makanan, tetapi tidak mau berbagi. Ketika Sapi gagal memanen apel dan tidak mempunyai makanan sama sekali, hanya Kambing yang mau menolonngnya. Padahal kambing pernah sakit karena Sapi memberinya makanan yang sudah basi. Kisah ini memberikan pelajaran untuk terus berbagi.

Saya suka ceritanya, juga ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Untuk Balita, tentu saja buku ini harus didongengkan oleh orang tuanya. Karena jika membaca sendiri, untuk anak-anak balita yang baru belajar membaca kalimat dalam buku ini terlalu panjang.

Gaya ilustrasi di dalam buku ini yang beragam juga membuat saya (yang sudah dewasa) tidak bosan membaca buku ini berulang kali. Saya paling suka ilustasi oleh Nur Cililia dalam kisah sebuah truk dengan menggunakan media crayon.

Truk yang sedang menangis

Tagged , , ,

Reading Challanges

Untuk reading challange Goodreads, tahun ini saya menetapkan target yang sama seperti halnya tahun 2012 juga tahun 2011. Dan di kedua tahun ini, saya belum bisa mencapainya. Banyak yang bisa dijadikan alasan dan kambing hitam tapi ketidak berhasilan saya memenuhi target karena saya belum sepenuhnya menjadikan kegiatan membaca aktif menjadi prioritas dalam hidup saya. Masih sebatas suka, belum cinta.

Dibandingkan dengan tahun 2011,  kegiatan membaca saya selama tahun 2012 menurun  dari 73% menjadi 65%. Juga kegiatan mengikuti berbagai diskusi buku, lauching buku, ataupun mengupdate blog ini untuk mereview buku.

Maka, saya berjanji bahwa tahun 2013 ini jangan sampai tidak lebih baik dari tahun 2011 bahkan lebih buruk daripada tahun 2012 untuk kegiatan membaca 🙂

She can! *sooo…I can :)*

Judul : She Can!

Catatan Inspiratif Wanita

Sang Pendobrak,

Mendobrak Tantangan,

Merentas Jalan ke Masa Depan

Penulis : Shahnaz Haque
Penyunting :
Pewajah Sampul :
ISBN
Halaman :
Penerbit :
Cetakan :

 

She can! ini merupakan sebuah buku yang  rangkuman dari tujuh kisah para wanita dari program tayangan TV “Tupperware SheCan!”, sebuah program yang menayangkan kisah para wanita Indonesia yang mencerahkan (enlighten),mengedukasi  (educate) dan memberdayakan (empowerment).

Buku ini mengisahkan tujuh orang perempuan yang berani mendobrak kondisi lingkungannya menjadi lebih baik tak hanya untuk dirinya namun juga untuk orang-orang di sekitarnya, berani berjuang untuk mimpi-mimpinya sehingga mencapai impiannya.

Sebelumnya saya sudah membaca tentang kiprah Kiswati di berbagai media, namun membaca kembali kisahnya melecutkan semangat dalam diri saya. Kiswati, adalah seorang yang punya impian menjadi orang yang pintar, hanya saja karena terlalu miskin ia hanya bisa mengenyam pendidikan sampai SD. Ayahnya berusaha menghiburnya bahwa dengan baca dia tetap bisa pintar. Maka impiannya, punya perpustakaan gratis agar orang-orang miskin seperti dirinya  bisa ikut mendapatkan ilmu. Kiswati, membuat buku menjadi prioritas dalam hidupnya, ketika sebagian besar penghasilan sebagai pembantu  dibelikan untuk buku, ketika menerima pinangan suami dengan syarat mendukungnya akan kecintaannya terhadap buku, juga ketika uang keperluan anaknya dipangkas untuk buku. Tak hanya membuka perpustakaan di rumahnya, Kiswati juga bersemangat untuk meminjamkan buku secara gratis dengan sepeda ontelnya. Sehingga dikenal sebagai perpustakaan sepeda ontel. Banyak orang yang mencemooh, karena latar pendidikan dan pekerjaannya, tapi Kiswati tak pernah patah semangat untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, kegigihannya untuk mewujudkan  impiannya berbuah hasil,  perpustakaannya semakin berkembang dengan ribuan koleksi buku juga kegiatan-kegiatan yang mendidik untuk anak-anak. Apalagi  setelah kiprahnya diketahui seluruh penjuru negeri sehingga  menggerakan banyak orang untuk memberikan donasi. Kisah Kiswati, menginspirasi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mewujudkan impian.

Begitupula dengan kisah Ema Susanti seorang sineas muda yang punya impian untuk bisa melanjutkan kuliah.  Meskipun kondisi keuangan tak memungkinkan tak memadamkan impiannya, selepas SMA beragam pekerjaan dilakukan namun tak juga mengantarkannya ke bangku perkualiahan sampai kemudian menjadi TKW di Hongkong. Saat menjadi TKW di Hongkong itulah dia bisa menabung sampai mencukupi untuk bisa kembali ke Indonesia dan kuliah sesuai dengan impiannya.

Keterbatasan seringkalipula menempa seseorang untuk bisa lebih tangguh dalam menjalani hidup, seperti kisah Cristine Hakim (bukan bintang film) seorang ratu keripik singkong balado, oleh-oleh dari Padang. Kehidupan masa kecil yang sulit secara ekonomi karena ayahnya telah meninggal, menempa dirinya untuk bekerja keras dan membanting tulang membantu ibunya berjualan makanan ringan. Kesuksesannya membuat penganan keripik singkong balado bukanlah sebuah proses instant, semangat berbagi mendorongnya untuk berbagi kesuksesan dengan memberi bimbingan dan bantuan perlatan atau bahan mentah pada seluruh anggota UKM pada koperasi yang  dipimpin olehnya.

Tentunya, di Indonesia tak ada yang tak mengenal Anne Avantie dan Waljinah kedua perempuan ini menjadi maestro di bidangnya masing-masing. Tau dan menyadari bakat yang dimiliki tak akan berguna jika tidak dikembangkan dengan sungguh-sungguh. Anne Avantie yang memiliki kecintaan terhadap dunia anak-anak dan kesehatan mendorongnya mendirikan Wisma Kasih, berbeda dengan Waljinah yang memiliki kencintaan di dunia keroncong menyulap garasi rumahnya menjadi tempat untuk berlatih keroncong, menyiapkan generasi penerus dalam melestarikan seni keroncong.

Semangat untuk terus hidup, ditunjukkan oleh Tiara Savitri yang telah berkali-kali divonis mati karena penyakit lupus yang menggerogoti tubuhnya namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Tiara terus melanjutkan hidup, menikah, kemudian melahirkan seorang anak dan mendirikan Yayasan Lupus Indonesia. Meskipun cobaan mendera dengan kematian suaminya yang terkena kanker, Tiara tak berhenti untuk terus berjuang  menjadi seorang pekerja sosial.
Ada hikmah dari musibah yang menipa, dialami juga oleh presenter dan brand ambassador dari merk yang mensponsori acara dan buku ini. Menderita kanker ovarium membuat Shahnaz Haque menjadi lebih dekat dengan ayahnya dan menjadi titik balik dalam hidupnya.

Dalam buku ini, tidak hanya kisah yang dituturkan dari sumber secara langsung tapi terdapat pulan komentar singkat dari beberapa orang terdekat, sehingga kita bisa melihat gambaran orang tersebut secara utuh. Meskipun tentu saja, karena ini buku ini bukan buku biografi perorangan maka masing-masing kisah  tidak diulas secara detail dan mendalam. Tapi, cukup untuk memberikan gambaran kisah hidup para tokoh wanita ini dan kenapa para wanita ini cocok untuk dinobatkan sebagai “Sang Pendobrak”

Saya suka buku yang menceritakan beragam kisah yang menginspirasi, karena pengalaman adalah guru termahal. Dari membaca kisah hidup orang kita bisa belajar banyak hal dari beragam pengalaman orang tersebut.
1. Jika selama ini, saya seringakali menunda melakukan sesuatu untuk bisa berkontribusi, memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar karena berbagai alasan, maka saya merasa sangat malu membaca kisah mereka yang berada di buku ini yang dalam keterbatasannya bisa melakukan sesuatu. . Maka, tak ada alasan lagi bagi saya untuk menunda mewujudkan impian saya. Mulai dari sekarang, sekecil apapun yang saya bisa.
2. Harus punya mimpi, memilihara impian itu betapun sulitnya dan rasanya tidak mungkin untuk mewujudkan impian, dan terus berusaha mewujudkannya.
3. Kondisi yang serba sulit, terkadang membuat kita menjadi semakin tertempa dengan semangat juang yang tinggi. Selalu ada hikmah dibalik kesulitan yang menimpa.

She Can! Soooo… I can 🙂

Having Fun di Perpustakaan, Kenapa Engga?

Langkah kreatif dan inovatif dilakukan oleh perpustakaan-perpustakaan di Belanda sehingga mendobrak stereotype perpustakaan sebagai tempat yang membosankan.

Langkah tersebut dimulai dengan arsitektur perpustakaan yang tak hanya unik dan menarik tetapi juga ramah terhadap lingkungan seperti  TU Delf Library. Di disain oleh Mecannoo, gedung ini memanfaatkan atapnya untuk ruang hijau yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai dan bermain, selain itu berfungsi sebagai pendingin dan membantu mengendalikan limpasan air hujan.

Gedung Perpustakaan TU-Delf


Hal yang menarik dari berbagai perpustakaan  di Belanda adalah penggunaan desain interior dengan  perpaduan warna yang cerah  sehingga menghapus kesan perpustakaan suram dan kelam. Seperti perpustakaan DOK Library (DOK merupakan  pusat media yang mengkombinasikan musik dan film (dalam bahasa Belanda disebut Discotake) dan literatur Openbare bibliotheek Koninklijke) yang bertempat di Delf, warna ruangan disesuaikan dengan genre buku yang dipajang. Misalnya untuk buku-buku bergenre roman maka nuansa ruangan didominasi oleh warna merah, sedangkan untuk buku-buku grafis, ruangan dipulas dengan warna kuning-merah muda  dengan sofa hitam. Juga penggunaan tema ruangan belajr di perpustakaan TU-Delf.

Warna-warni di ruangan DOK Library

Warna-Warni Perpustakaan TU-Delf

Kursi-kursi yang ada dalam perpustakaan dibuat dengan desain keren juga super nyaman sehingga betah duduk berlama-lama di kursi-kursi tersebut.

Kursi-kursi keren dan nyaman di DOK library

Kursi-kursi  keren di Perpustakaan Universitas Amsterdam

Kursi-kursi keren di Perpustakaan TU-Delf

Berbagai fasilitas disediakan untuk membuat orang bisa bersenang-senang  di perpustakaan, bukan hanya untuk para kutu buku saja, tetapi juga para maniak musik dan film. Seperti di DOK Library, yang tak hanya menyediakan pemutar film atau musik tetapi juga  menyediakan kursi yang super nyaman untuk pencinta musik:

Kursi musik (Muziekstolen)

Selain itu, berbagai perpustakaan juga menyediakan fasilitas bermain untuk anak. Melihat galeri foto DOK tampak terlihat bahwa perpustkaan ini seringkali mengadakan acara sehingga sejak dini, anak-anak sudah terbiasa bermain dan menghabiskan waktu di perpustakaan.

Fasilitas bermain untuk anak di DOK Library

Tempat bermain akan di Almere Library

Berbagai kemudahan juga ditawarkan oleh berbagai perpustakaan dengan fasilitas digital self service.

Fasilitas digital dari Amsterdam Schiphols Airport Library

Fasilitas Digital di DOK Library

Fasilitas digital di Perpustakaan TU-Defl

Inovasi juga dilakukan buat orang-orang yang males dateng ke perpustakaan dengan menyediakan perpustakaan di ruang publik seperti bandara dan pantai.

Perputakaan di Pantai: serunya membaca dengan semilir angin pantai dan lantunan ombak

Lagkah kreatif juga dilakukan dengan  membuat perpustakaan bergerak dari kontainer sehingga bisa  menjangkau sekolah-sekolah yang kekurangan dana ataupun tempat untuk perpustakaan. Meskipun dari kontainer, desain perpustakaan ini tak kalah menarik lhoo, jendela yang besar sehingga anak-anak bisa melihat ke luar. Interior yang menyenangkan  membuat anak-anak betah di dalam perpustakaan ini.

BiebBus: kontainer yang dialihfungsikan sebagai perpustakaan

Dengan langkah inovasi dan kreatif peran perpustakaan di Belanda tak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga menumbukembanngkan budaya baca-tulis. Sehingga tak heran, perpustakaan menjadi salah satu tempat alternative bagi para warganya untuk menghabiskan liburan dan tentu saja: untuk bersenang-senang.

Bersenang-senang dimulai dari perpustakaan

Referensi:

Tagged ,

Minamoto No Yoritomo

Judul : Minamoto no Yoritomo
Penulis : Eiji Yoshikawa
Penterjemah : Yoko Yakebe
Penyunting :  Tim Kansha
Pewajah Sampul : Wenart Gunadi
Pewajah Isi : Callysta Ceria
ISBN : 9786029719635
Halaman : 388
Penerbit : >Kansha Books
Cetakan : February  2012

Sebuah kisah novel sejarah yang menceritakan tentang kehidupan klan Minamoto no Yoritomo yang kalah perang dengan klan Taira. Akibat dari perang tersebut, Pangeran Suke harus menjadi seorang anak yatim piatu pada umur empat belas tahun dan diancam dengan hukuman mati setelah ditemukan oleh Munekiyo, bawahan Taira Yomori.  Sementara itu, ibu tirinya Pangeran Suke, Tokiwa Gozen berjuang untuk bertahan hidup bersama ketiga putranya; Imakawa yang berusia tujuh tahun, Otowaka yang berusia lima tahun dan Ushiwaka yang masih menyusui.

Ibu dan adik tirinya disarankan untuk menyerah kepada Taira Yorimori oleh keluarganya yang memiliki motif lain. Namun, ternyata Taira tidak menghukum mati Ibu dan adik tirinya, hanya mengirim ketiga adik tirinya ke wihara agar menjadi biksu. Sementara Pangeran Suke juga mendapatkan pengampunan dengan hukuman pengasingan ke negeri Izu.

Waktu berjalan dengan cepat,  Ushikawa sudah berumur 14 tahun, meskipun dia tinggal di dalam kuil di Gunung Kurama, Ushikawa tidak menganggap dirinya bagian dari biksu dan seringkali menghilang dan dihukum karena kelakuannya.  Dalam diri Ushikawa, memendam  sebuah  kerinduan untuk bisa bertemu dengan Ibunya juga saudaranya yang lain, juga menyimpan sebuah bara untuk terhadap klan taira yang membuatnya hidup terpisah. Akhirnya pada sebuah kesempatan dia berhasil melarikan diri dari kuil dan berencana untuk menemui Ibunya dan juga saudara tirinya.Sementara itu, Pangeran Suke di pengasingannya, tak hanya berdiam diri tetapi juga merancang berbagai strategi dengan pangeran-pangeran di daerah setempat yang berempati dan berafiliasi terhadap klan Yoritomo. Masako, putri seorang yang  berpengaruh di daerah tersebut rela menjadi bagian dari rencana besar Yoritomo bahkan bersedia mempertaruhkan nyawanya dari awal demi hubungannya dengan Pangeran Suke.  Lalu apakah Ushikawa berhasil menemui Pangeran Suke? Apakah rencana mereka untuk memerangi klan Taira memperoleh kemenangan?  Bagimana nasib Masako dengan Pangeran Suke? Beragam pertanyaan yang berkecamuk di kepala harus sabar menunggu jawabannya di buku ke dua.

Dari buku ini saya bisa belajar tentang keberanian, pengorbanan, kesetiaan, kemampuan untuk bertahan dalam kondisi sesulit apapun. Dari buku ini, tentunya saja belajar tentang sejarah Jepang. Seorang shogun pertama dari Kamkura Shogunate yang memerintah dari tahun 1192 sampai denagn 1199 sebelum masa Restorasi Meiji. Saya suka membaca novel sejarah karena membaca sejarah menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Akan tetapi, sayang sekali untuk buku ini, saya kurang menikmatinya. Saya merasa bahasanya kurang mengalir dan hal ini mungkin disebabkan kompleksitas sebuah kalimat. Sebagai contoh kalimat berikut:

Bagi dia yang memiliki bakat dagang, yang selau memepertaruhkan keberuntungan dengan berspekulasi namun akhirnya berhasil, rencana kali ini memang berjangka panjang tetapi dia percaya bahwa ini bukanlah hal yang terlalu sulit.

Buat saya, perlu berhari-hari menghabiskan buku ini, padahal dengan ketebalan yang sama bisanya saya bisa menghabiskannya dalam waktu sehari saja. Salah satu alasan lain, mengapa saya begitu lama melahap buku ini karena begitu banyak penamaan untuk satu orang karakter misalnya Pangeran Suke yang bernama panjang Uhyeo no Suke Yoritomo terkadang disebut sebagai Yoritomo. Begitupula dengan nama-nama karakter yang lainnya. Sehingga sedikit membingungkan. Memang,  seperti itulah penamaan orang dalam buku aslinya (budaya Jepang) . Akan tetapi, saya pernah membaca buku Sworldless Samurai yang menyederhanakan penyebutan dengan satu nama orang:Tadeyoshi, sehingga memudahkan saya dalam mencerna keseluruhan cerita, tanpa berkurangnya makna historikal yang terkandung. Karena terdapat sebuah catatan yang menjelaskan perubahan nama Tadeyoshi secara terpisah.

Namun, segala kekurangan yang dalam buku ini, tetap membuat buku ini layak untuk dibaca terutama untung orang yang menyukai novel-sejarah atau orang yang ingin menambah wawasan tentang kondisi Jepang di abad 1920an.

Tagged , ,