Dwilogi Impian dan Cinta


Judul : Dwilogi Padang Bulan:Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting :
Pewajah Isi :
ISBN :  9786028811095
Halaman : Padang Bulan:254 dan
Cinta di Dalam Gelas:270
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan :  Pertama, Juni 2010

Riview Padang Bulan

Hujan membasahiku. Kurentangkan kedua tangan lebar-lebar. Aku menengadah dan kepada langit kukatankan: Ini aku! Putra ayahku! Berikan padaku sesuatu yang besar untuk kutaklukkan! Beri aku mimpi-mimpi yang tak mungkin karena aku belum menyerah! Takkan pernah menyerah. Takkan pernah!

Cerita tentang Enong yang bercita-cita menjadi guru bahasa Inggris, harus menunda impiannya karena ayahnya meninggal saat kelas 6 SD. Sebagai anak tertua, meskipun perempuan, dia merasa bertanggung jawab untuk mengambil peran sang ayah sebagai pencari nafkah agar adik-adiknya tak putus sekolah seperti dirinya. Enong, menjadi pendulang timah perempuan pertama… Meskipun hidup terasa berat, namun kado terakhir dari ayahnya menguatkannya dan juga membuat dirinya tak melupakan impiannya menjadi guru bahasa Inggris.

Buku ini untuk anakku, Enong
Kamus satu miliar kata.
Cukuplah untukmu sampai bisa menjadi guru bahasa Inggris seperti Ibu Nizam
Kejarlah cita-citamu, jangan menyerah, semoga sukses.

Disisi lain, kisah seorang pemuda yang rela memusuhi ayahnya yang dicintainya demi cintanya pada seorang wanita. Meskipun pada akhirnya dia menyadari telah membuat kekeliruan dan kembali pada keluarganya. Pemuda itu adalah Ikal, Ikal yang berusaha untuk mewujudkan impiannya agar dapat bersama A Ling. Usaha yang dilakukan itu mengundang tawa…konyol sekali yang dilakukan ikal..ditambah lagi dengan kelakuan sahabatnya detektif M.Nur. Pertemuannya tak sengaja dengan Enong di kantor Pos, dan keinginan Enong untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan mengikuti sebuah kursus, membuat Ikal tak menyerah terhadap Zimar yang dikabarkan bertunangan dengan A Ling… dan selebihnya kisah konyol Ikal melawan Zimar untuk mengambil hati A Ling.

Suka puisi-puisi yang diselipkan oleh Andrea Hirata di tengah-tengah bab 🙂 ditambah lagi  buku ini cukup menghibur.
Hanya saja.. sedikit kecewa..ketika awal membaca buku ini, saya kira buku ini akan menceritakan lebih kepada perjuangan Enong untuk mewujudkan impiannya, ternyata lebih tersorot kepada perjuangan Ikal untuk mewujudkan cinta gilanya terhadap A Ling.

Ketika awal cerita, saya menangkap betapa kedua tokoh (Enong dan Ikal) sangat mencintai dan mengagumi Bapak mereka..  Namun ketika Ikal kembali ke rumah, kok tidak muncul ayahnya…hanya ada Ibunya..hanya bisa bertanya-tanya dalam hati kemana yaaa ayahnya Ikal.. *atau saya melewatkan sesuatu*

Riview Cinta di Dalam Gelas

Meskipun ga suka kopi dan ga (belum) tertarik dengan permainan catur, namun masih menikmati cerita di buku ini, karena dari buku ini saya bisa mengetahui budaya melayu dan terutama karena kisah Enong yang membuat saya bertahan.

Semangat Enong yang pantang menyerah dalam mempelajari catur dan mendobrak tradisi yang memungkinkannya melawan laki-laki dalam pertandingan catur dan akhirnyaaa segala usahanya itu berbuah manis 🙂

Meskipun hal-hal buruk yang terjadi dalam hidupnya, namun Enong aka. Maryamah Karkov terus berjalan, melanjutkan hidupnya, mencapai impiannya… Bagi yang penasaran atas novel tetralogi Andrea Hirata berjudul Maryamah Karkov disinilah kita akan menemukan jawabannya.
Ketika Ibunya meninggalpun…dia tetap tegar..
Habis air mataku, lunas sudah kesedihan itu. Hidup harus berlanjut. Tantangan ada di muka. Masih banyak yang dapat disyukuri.

Lalu apa yang terjadi dengan lkal? Hal-hal konyol dilakukannya demi cintanya pada A-Ling.

Quotes dari buku ini yang saya suka:

Bagiku, warung kopi adalah laboratorium prilaku, dan kopi bak ensiklopedia yang tebal tentang watak orang. (70)

Beri aku pelajaran yang paling sulit sekalipun, Boi. aku akan belajar. (102)

Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut. (103)

Melalui Maryamah, aku belajar untuk menaruh hormat pada orang yang menegakkan martabatnya dengan cara membuktikan dirinya sendiri, bukan dengan membangun pikiran negatif tentang orang lain. (250)

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: