Monthly Archives: February 2011

Perbudakan dalam Dunia yang kukenal

Judul : The Known World:Dunia yang Kukena;
Penulis :  Edward P. Jones
Penterjemah :  Meda Satrio
Pewajah Isi :
ISBN : 9791601348
Halaman : 653 halaman
Penerbit : Serambi
Cetakan : 2006

Buku ini menceritakan tentang perbudakan di negara Amerika.

Bercerita tentang Augustus Townsend, seorang budak kulit hitam yang berhasil memerdekakan dirinya, kemudian memerdekakan istrinya dan berusaha memeredekakan putranya Henry Townsend. Namun, Henry tak merasa diperlakukan buruk oleh Tuan Robbins yang menjadi majikannya dan majikannya merasa sayang dengan Henry. Meskipun Henry telah dimerdekakan oleh ayahnya, namun Henry masih berhubungan dengan Tuan Robbins. Berkat keahliannya membuat sepatu bots dan dibantu dengan Tuan Robbins, Henry bisa membeli sebidang tanah dan seorang budak bernama Moses.

Mendengar bahwa anaknya membeli seorang budak, ayahnya sangat marah dan kecewa. Dia tak menyangka bahwa orang yang dimiliki oleh seseorang akan memiliki seseorang. Awalnya Henry ingin menjadi Tuan yang lebih baik daripada Tuan kulit putih yang dikenalnya, tetapi ternyata seorang Tuan adalah Tuan dan budak adalah budak. Ketika Henry Townsend meninggal, ia meninggalkan harta kekayaan sebanyak tiga puluh tiga budak dan berhektar-hektar tanah untuk istrinya Caldonia. Maka setelah kematian Henry para budak-budaknya mempunyai pilihan mendobrak belenggu yang membatasi dirinya atau tetap nyaman dengan belenggu yang ada karena sudah terbiasa dengan belenggu tersebut.

Buku ini, berrcerita tantang banyak tokoh, terutama yang menjadi budaknya Henry seperti Moses,Elias,Stanford, Delphie, Alice, Pricilla, dan banyak lagi…juga guru Henry&Caldonia Fern. Saudarnya Caldonia, anak-anaknya Tuan Robbins, sheriff…dan masih banyak lagi.
Sejak awal membaca buku ini, sebenarnya agak kesulitan menentukan sebenarnya siapakah tokoh ceritanya…karena begitu banyak tokoh yang diceritakan dengan porsi yang cukup panjang. Selain itu penggunaan kalimat majemuk yang menegaskan hal yang sama.

Mungkin karena karya terjemahan, jadi yang tadinya ditujukan untuk keindahan bahasa, tidak tertangkap maksudnya.

Bagusnya buku ini memadukan sejarah yang terjadi dengan cerita… Jadi setidaknya sedikit mengetahui sejarah perbudakan di Amerika terutama di wilayah Virginia. Tak heran jika Edward P. Jones mendapat Pulitzer Prize tahun 2004

Dari buku ini, mengingatkan saya bahwa dulu ada suatu masa dimana seseorang tak berhak atas dirinya sendiri, dimana orang dianggap sebagai sebuah harta yang bisa diperjual-belikan dan diwariskan,menjadi seorang budak yang harus tunduk dan patuh atas perintah Tuannya, jika Tuannya membunuhnya pun tak dianggap sebagai kejahatan. Budak yang terenggut dari keluarga dan tanah kelahirannya. Suatu masa dimana kebebasan dan kemerdekaan menjadi suatu yang sangat mahal harganya.

Dari buku ini juga saya belajar bahwa kita bisa merubah nasib hidup kita dengan berusaha…seperti Augustus yang tak menyerah dengan nasibnya menjadi budak, dia berusaha memerdekakan dirinya istrinya dan anaknya. Sampai akhirnya anaknya bisa memperoleh kesuksesan *dengan takaran kesuksesan orang zaman itu:punya banyak budak*.

Advertisements
Tagged ,

Mengurai arti sebuah nama

Judul : Makna Sebuah Nama: The Namesake
Penulis : Jhumpa Lahiri
Penterjemah :
Pewajah Isi :
ISBN : 9792223088
Halaman : 331
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 2006

“What’s in a name?

That which we call a rose by any other word would smell as sweet.”

-Shakespeare’s Romeo and Juliet-

Apalah arti sebuah nama bagi Gogol? Dia merasa baik-baik saja dengan namanya ketika mulai untuk sekolah. Bahkan ketika Ibu dan Bapaknya mencoba menganti namanya menjadi Nikhil karena budaya orang India yang memberi 2 nama yaitu nama panggilan yang bersifat pribadi dan spontan serta nama bagus sebagai alat identifikasi bagi dunia luar, Gogol menolak. Dia tak keberatan untuk dipanggil Gogol.

Ketika beranjak remaja, Gogol tahu bahwa ayahnya memberinya nama Gogol karena sangat mengagumi pengarang Nikolai Gogol. Namun, ketika gurunya memberikan sejarah tentang pengarang Nikolai Gogol, dia merasa tidak menyukai namanya. Ketika mendaftar ke univeritas dia mulai merubah namanya menjadi Nikhil. Seiring dengan berubahnya namanya, perilakunya pun berubah. Sampai pada suatu hari, dia mengertahui sebuah kisah dibalik namanya, sejarah mengapa ayahnya memberinya nama: Gogol. Yang membuatnya merasa sedikit menyesal telah mengganti namanya. Pada akhirnya nama Gogol akan hilang seiring dengan berjalannya waktu… dia dikenal dengan nama Nikhil.
Tentu saja, dalam buku ini, tidak hanya diceritakan mengenai Gogol saja, tetapi juga ayah dan Ibunya serta adiknya. Orang tua Gogol berasal dari India, setelah mereka menikah mereka pindah ke Amerika Serikat.
Ashima (ibunya gogol) merasakan hidup yang berat di tempat asing- suatu masa penantian yang abadi, beban yang tetap, perasaan tidak enak yang terus menerus. Berada di tempat asing berarti terus menerus mengemban tanggung jawab, suatu sisipan ke dalam apa yang pernah menjadi suatu kehidupan biasa,, hanya untuk mendapati bahwa kehidupan yang lama sudah lenyap, diganti suatu yang lebih rumit dan lebih menuntut .

Dalam buku ini digambarkan bagaimana orang tua Gogol berusaha untuk tetap mempertahankan tradisi India dengan pelan-pelan menerima budaya Amerika. Dengan membaca buku ini, saya jadi tahu tentang budaya India dan juga mendapatkan gambaran tentang kehidupan keluarga yang jauh dari tanah airnya. Meskipun anak-anaknya diperkenalkan dengan tradisi dan nilai-nilai India, namun mereka lebih suka bergaya Amerika. Pada akhirnya orang tuanya berkompromi terhadap apa yang menjadi pilihan anaknya. Namun akhirnya Gogol menyadari bahwa orang tuanya menjalani hidup mereka di Amerika dengan pengorbanan, dengan daya tahan yang mungkin tidak ia miliki.  Selama bertahun-tahun ia berupaya menjaga jarak dari asal-usulnya,sedangkan orang tuanya berupaya menjebatani jarak tersebut sebaik mungkin.

Saya suka bagimana pengarangnya menggambarkan hubungan yang harmonis keluarga Gogol, memperbandingkannya dengan kehidupan keluarga Amerika yang penuh dengan kebebasan…

Saya suka dengan ide, bahwa sebuah buku bisa mempengaruhi dan menyelamatkan hidup seseorang 🙂

Oiya, buku ini merupakan novel dewasa, jadi banyak adegan yang menurut saya kalau ga digambarkan juga tidak akan mengurangi isi dan jalan ceritanya.

Terakhir, saya mencatat kata-kata keren untuk saya:

…”Kau masih muda. Bebas,” katanya sambil merentangkan tangan lebar-lebar untuk menekankan perkataannya. “Berbuat baiklah pada dirimu sendiri sebelum terlambat. Jangan pikirkan apa-apa dulu, kemasilah barang-barangmu dan pergilah melihat sebanyak mungkin dunia ini. Kau tidak akan menyesal. Suatu hari nanti tahu-tahu sudah terlambat.”

“Kakekku selalu mengatakan itulah guna buku-buku,” kata Ashoke, memanfaatkan kesempatan untuk membuka buku di tangannya. “Membawa kita ke banyak tempat tanpa perlu bergerak sedikitpun.”

Tagged ,

Menjelajah Negeri 3 Warna

Menjelajah Ranah 3 Warna merupakan acara Klub Buku Goodreads Indonesia untuk membedah buku karya A.Fuadi dan  book signing. Acara ini diselenggarakan  di TMbookstore Depok Town Square.

Novel Ranah 3 Warna ini kelanjutan dari Novel Negeri 5 Menara. Ketika mantra “man jadda wa jadda” yang diperkenalkan di Negeri 5 Menara tak lagi mempan, maka di Ranah 3 Warna diperlukan mantra baru “man sabara zafira”.

Untuk foto-foto lebih lengkapnya bisa langsung ke foto-foto Goodreads Indonesia

Tagged ,

Larut dalam dunia Fantasy Fiesta

Judul : Fantasy Fiesta
Penulis : Bonmedo Tambunan, R.D Villam,              FA. Purawan, Tyas Palar, Klaudiani,145, Aphrodite, Dewi Putri Kirana, Elbintang, Erwin Arsyah, Fachrul  R.U.N,Fredrik         Nael, Ivon Natasa, Jalandra, L.M.R. Pradana,  Luz Balthasaar, Magdalena M, Amanda, R.Mailindra, Yuniar K, Calvin Michel Sidjaja
Penyuting : Lufti Jayadi
Pewajah Isi : Lewi Djayaputra
ISBN : 9789791999144
Halaman : 280
Penerbit : Andhika Pustaka
Cetakan : I, November 2010

Menulis adalah menciptakan duniamu sendiri (Stephen King)

Setelah membaca buku ini, saya merasa bahwa menulis tidak hanya menciptakan dunia kita sendiri,tetapi bagaimana membawa orang lain turut larut dalam dunia yang telah kita ditulis. Dan dengan membaca buku ini saya masuk ke dalam berbagai dunia yang tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya…

Masuk ke dalam dunia Bocah Serigala dan Isyarat-Isyarat Api yang konsisten dengan penamaan tokoh gabungan hewan dan alam, “cakar serigala memecah bulan, cakar gagak membelah gunung, tanduk rusa menerjang angin,sayap angsa menghalau mendung”. Harmoni antara manusia, hewan dan alam…Dari cerita ini, kita harus berbuat baik pada siapapun, termasuk pada hewan. Mengingatkan saya pada sebuah pepatah, apa kita tanam itupula yang kita tuai.

Dalam hujan , saya berkenalan dengan seekor naga dan lumba-lumba yang melayang di udara. Perjalanan awal ayah dan anak untuk melewati Padang Berkabut.

Terbuai Candu Aksara yang sebenarnya merupakan hal yang umum dalam kehidupan nyata, karena banyak orang yang menganalogikan buku sebagai makanan dan nutrisi bagi otak dan jiwa kita…tetapi ide cerita yang membuat buku sebagai makanan yang dilahap dengan mulut patut diacungi jempol. Pantaslah cerita ini menjadi pemenang I Fantasy Fiesta 2010. Saya suka dengan endingnya… berarti si pria jujur dan si wanita mau menerima keanehan si pria.

Kemudian saya bermain  Boxinite … permainan tinju di galaksi Andromeda… seru sih, masuk logika juga ketika pertandingannya diadakan di Indonesia karena memang Trey spesialis slackboy untuk petarung yang berasal Indonesia. Namun, saya kok berharap bisa diajak melancong ke Planet X31 yaaah.. :D…Pesan moral yang saya tangkep dari cerita ini harus adil dan transparan agar rekan kerja kita nyaman bekerja dengan kita dan tidak melakukan kegiatan yang kontraproduktif dengan tujuan kita…

Kalau Aku Hidup Seribu Tahun membuat saya bersyukur tidak hidup seribu tahun, sehingga tak perlu merasakan apa yang dirasakan Svein. Nice story : Aku hidup seribu tahun, hanya untuk sekali lagi melihat senyum itu .

Api membuat saya ikut terbakar, ketakutan akan api yang menjalar..dan endingnya tetap saja menakutkan… Mungkin PR buat saya mencari tahu kaitan Rangda dengan api. Dari cerita ini… saya belajar jangan sekali-kali meremehkan anak kecil, bisa jadi dia punya kekuatan yang sangat dahsyat.

Karena Apollyon,  saya jadi terinspirasi untuk mencoba merekam hari-hari saya dalam sebuah suara (jika tidak ada waktu untuk menulis). Hmm… saya masih bertanya-tanya untuk apa yaaa Apollyon membutuhkan mereka…*mesti baca ulang lagih, atau memang sengaja dibuat menjadi misteri*

Di Kota Para Penjarah saya berkenalan dengan Barshan dan Kirali dengan jurus kabut-nya. Saya bisa menangkap kebaikan Kirali yang membunuh Kepala Pasukan karena simpati satu orang bisa menghancurkan satu kaum . Suka dengan kerukunan dua bersaudara ini,tampak saling memahami satu dengan yang lain.

Sang Pelukis menggambarkan adanya dua kekuatan Orde dan Sang Pelukis. Dari cerita ini, saya belajar bahwa ketika kita sudah melakukan segala upaya yang kita bisa, maka tidak ada penyesalan di akhir… Pada akhirnya aku dapat tersenyum, menyadari inilah kebaikan yang terbaik bagi dunia

Saya juga berpetualang dengan Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud di gunung bersama Mattao dan Geddaro. Nice ending :)..hikmahnya berusaha memaafkan orang lain, rusa tidak membalas dendam pada serigala yang memangsa keluarganya ..

Kerinduan Buku mungkin ini sebabnya yaaa, kebanyakan buku cerita fantasy tebal-tebal.. 😀 suka dengan semangat Lia dan Alle dalam membaca buku, dan memecahkan kejadian yang dialami di lingkungannya dengan referensi yang ada…

Dewa Laut Istana Camar mengajak saya ikut Malis ( seorang quiscart ) memburu penyihir dibantu dengan kucingnya Coo.. Hewan peliharan dalam cerita fantasi seringkali menjadi pahlawan yang membantu tokoh utama. *mulai berfikir untuk memelihara hewan peliharan:D*

Moka Si Mobil Jelaga membuat saya untuk lebih selektif dalam membuang barang-barang yang sudah tua karena bisa jadi barang tersebut masih berguna jika dimodifikasi sedemikian rupa seperti kisah si Moka. Dan lebih menghargai barang-barang tersebut. Suka dengan ide perpustakaan mobil dan tokoh Tata yang senang berbagi buku dengan teman-temannya.

Saya juga menyaksikan Drama Terhebat Yang Pernah Ada sehingga bisa mengenal sisi lain Apollo, Ares, Aphrodite, Zeus, Hefestus, Hera yang membuat saya tertawa ketika dewa-dewa tersebut sibuk mempersiapkan drama..namun sayangnya saya belum pernah menyaksikan drama terhebat tersebut dalam mimpi saya 😦

Ikut menari dalam Rhytm. Inilah  cerita yang pertama kali saya baca, karena Bang Boni yang memberikan saya buku FF, jadi langsung penasaran sama cerita yang dibuat oleh Bang Boni :D… Menarik sekali ketika sihir-sihir itu muncul dari musik, lagu dan gerak… pertarungan seru antara Joana dan Mikael.. ending yang tak terduga… Dari cerita ini, saya menjadi berfikir untuk belajar dipimpin dan menjadi pengikut yang baik 🙂 *agar tidak dihantui RASAKAN,hahahaha*

Tersesat dalam Labiri, cerita dibalik cerita dibalik cerita dibalik… seperti sebuah labirin yang tak berujung. Suka deh ceritanya, tampak tak berakhir.. 🙂

Nama Terlarang di Angkasa membuat saya enggan untuk menatap angkasa sejenak.. agar tak melihat akasara itu, agar tak melihat nama terlarang itu… kalau saya tidak percaya, bisa jadi bernasib seperti Krisna. 😀

Terperangkap dalam Speak of the Devil. Saya menangkap cerita ini adalah perangkap diatas perangkap..Di sini, saya berkenalan dengan hunter, magistrar, dan Raja Santoz. Hasil akhirnya sudah jelas, tetapi untuk mencapai hasil akhir itu..perlu mengikuti rangkaian ceritanya…tetap ada kejutan-kejutan…

Saya terjebak dalam sebuah pertempuran bersama naga raksasa, burung api, Valia, dan Avera..Di Hari Terakhir.  Suka dengan kata-kata Valia yang patriotik , aku akan bertahan hidup dan membebaskan kaumku dari penindasan , Aku tidak takut mati, tapi aku tak sanggup menyaksikan teman-temanku mati tanpa berbuat apa-apa

Matahari Sylvania membuat saya merasakan konflik yang terjadi antara sesama saudara kandung demi tahta kerajaan. Meskipun Shayla berusaha menghindari teriknya rasa cemburu dan permusuhan saudaranya, namun tetap merasakan akibat panasanya konflik tersebut : kematian dirinya dan juga kutukan pada suaminya. Mereka rela berkorban demi anaknya, bahkan mengorbankan nyawanya demi anak mereka. Meskipun setiap orang tua mencintai anaknya dan rela berkorban dengan anaknya, tetap aja saya suka sama cerita tentang orang tua yang berkorban untuk anak-anaknya sebagai tanda cinta mereka 🙂

Secara keseluruhan saya suka dengan setiap ide cerita yang ada di buku ini (kok kepikiran yaaah?!!)…
Dengan buku ini, saya bisa kembali melatih daya imajinasi saya yang semakin menumpul dibandingkan ketika saya duduk di bangku sekolah dulu…

Judul

:

Fantasy Fiesta

Penulis

:

Bonmedo Tambunan, R.D Villam, FA. Purawab, Tyas Palar, Klaudiani, 145, Aphrodite, Dewi Putri Kirana, Elbintang, Erwin Arsyah, Fachrul R.U.N, Fredrik Nael, Ivon Natasa, Jalandra, L.M.R. Pradana, Luz Balthasaar, Magdalena M, Amanda, R.Mailindra, Yuniar K, Calvin Michel Sidjaja

Penyuting

:

Lufti Jayadi

Pewajah Isi

:

Lewi Djayaputra

ISBN

:

9789791999144

Halaman

:

280

Harga

Rp 55.000

Penerbit

:

Andhika Pustaka

Cetakan

:

I, November 2010

Tagged ,