Perbudakan dalam Dunia yang kukenal

Judul : The Known World:Dunia yang Kukena;
Penulis :  Edward P. Jones
Penterjemah :  Meda Satrio
Pewajah Isi :
ISBN : 9791601348
Halaman : 653 halaman
Penerbit : Serambi
Cetakan : 2006

Buku ini menceritakan tentang perbudakan di negara Amerika.

Bercerita tentang Augustus Townsend, seorang budak kulit hitam yang berhasil memerdekakan dirinya, kemudian memerdekakan istrinya dan berusaha memeredekakan putranya Henry Townsend. Namun, Henry tak merasa diperlakukan buruk oleh Tuan Robbins yang menjadi majikannya dan majikannya merasa sayang dengan Henry. Meskipun Henry telah dimerdekakan oleh ayahnya, namun Henry masih berhubungan dengan Tuan Robbins. Berkat keahliannya membuat sepatu bots dan dibantu dengan Tuan Robbins, Henry bisa membeli sebidang tanah dan seorang budak bernama Moses.

Mendengar bahwa anaknya membeli seorang budak, ayahnya sangat marah dan kecewa. Dia tak menyangka bahwa orang yang dimiliki oleh seseorang akan memiliki seseorang. Awalnya Henry ingin menjadi Tuan yang lebih baik daripada Tuan kulit putih yang dikenalnya, tetapi ternyata seorang Tuan adalah Tuan dan budak adalah budak. Ketika Henry Townsend meninggal, ia meninggalkan harta kekayaan sebanyak tiga puluh tiga budak dan berhektar-hektar tanah untuk istrinya Caldonia. Maka setelah kematian Henry para budak-budaknya mempunyai pilihan mendobrak belenggu yang membatasi dirinya atau tetap nyaman dengan belenggu yang ada karena sudah terbiasa dengan belenggu tersebut.

Buku ini, berrcerita tantang banyak tokoh, terutama yang menjadi budaknya Henry seperti Moses,Elias,Stanford, Delphie, Alice, Pricilla, dan banyak lagi…juga guru Henry&Caldonia Fern. Saudarnya Caldonia, anak-anaknya Tuan Robbins, sheriff…dan masih banyak lagi.
Sejak awal membaca buku ini, sebenarnya agak kesulitan menentukan sebenarnya siapakah tokoh ceritanya…karena begitu banyak tokoh yang diceritakan dengan porsi yang cukup panjang. Selain itu penggunaan kalimat majemuk yang menegaskan hal yang sama.

Mungkin karena karya terjemahan, jadi yang tadinya ditujukan untuk keindahan bahasa, tidak tertangkap maksudnya.

Bagusnya buku ini memadukan sejarah yang terjadi dengan cerita… Jadi setidaknya sedikit mengetahui sejarah perbudakan di Amerika terutama di wilayah Virginia. Tak heran jika Edward P. Jones mendapat Pulitzer Prize tahun 2004

Dari buku ini, mengingatkan saya bahwa dulu ada suatu masa dimana seseorang tak berhak atas dirinya sendiri, dimana orang dianggap sebagai sebuah harta yang bisa diperjual-belikan dan diwariskan,menjadi seorang budak yang harus tunduk dan patuh atas perintah Tuannya, jika Tuannya membunuhnya pun tak dianggap sebagai kejahatan. Budak yang terenggut dari keluarga dan tanah kelahirannya. Suatu masa dimana kebebasan dan kemerdekaan menjadi suatu yang sangat mahal harganya.

Dari buku ini juga saya belajar bahwa kita bisa merubah nasib hidup kita dengan berusaha…seperti Augustus yang tak menyerah dengan nasibnya menjadi budak, dia berusaha memerdekakan dirinya istrinya dan anaknya. Sampai akhirnya anaknya bisa memperoleh kesuksesan *dengan takaran kesuksesan orang zaman itu:punya banyak budak*.

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: