Dua Tangis dan Ribuan Tawa

Image

Judul : Dua Tangis dan Ribuan Tawa
Penulis : Dahlan Iskan
Penyunting :
Pewajah Isi :
ISBN : 9786020011813
Halaman : 349
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Ceteakan ketiga, November 2011

Selama enam bulan, saya dua kali menangis. sekali di ruang rapat dan sekali lagi di Komisi VII DPR RI. Kadang memang begitu sulit mencari ajlan cepat untuk mengatasi persoalan. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. Tapi bukan berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan Dahlan Iskan sebagai CEO PLN sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan karyawannya yang berjumlah 50.000 orang dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Semangat untuk memperbaiki berbagai permasalahan PLN, semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Meskipun Dahlan Iskan menerapkan target-target yang pada awalnya dianggap tidak mungkin dilakukan namun berhasil untuk dicapai pada akhirnya. Dahlan Iskan beserta jajarannya di PLN berhasil menaklukan tiga musuh besarnya selama ini yaitu krisis listrik yang berhasil diatasi hanya dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2010), kedua panjangnya daftar tunggu yang berhasil diatasi sebanyak 2,5 juta orang dengan gerakan sehari sejuta sambungan (GRASS) dan yang ketiga, gangguan trafo yang tahun lalu bisa mencapai 50 kali sebulan sudah tinggal satu digit. Namun, masih ada dua musuh besar yang menjadi tantangan untuk dikalahkan yaitu ganngguan penyulang dan BBM yang menyebabkan PLN boros sebanyak 15 triliun rupiah setiap tahun.

Membaca buku ini, meskipun saya bukan berasal dari PLN, tetapi saya bisa merasakan semangat perubahan, semangat kerja keras dan semangat untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sehingga bisa membuat PLN menjadi lebih baik.

Meskipun saya merasa bahwa, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga pelayanan PLN masihlah jauh tertinggal. Misalnya saja negara Taiwan yang sebelum melakukan pemadaman listrik memberitahu terlebih dahulu sebelumnya, juga memberitahu durasinya sehingga para pelanggan bisa mengantisipasi pemadaman tersebut. Memang, sekarang pemadaman tidak sesering dahulu, tetapi masih tetap ada pemadaman tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, saya optimis jika pemimpin PLN memiliki integritas seperti Dahlan Iskan dan melanjutkan apa-apa yang telah dirintis oleh Dahlan Iskan maka PLN bisa mengejar ketertinggalannya.

Dalam buku ini  seringkali membahas hal-hal yang teknis,akan tetapi justru  hal-hal tersebut memberikan wawasan yang lebih tentang dunia pelistrikan. Buku ini juga membuat saya bersyukur bisa merasakan nikmatnya listrik, sementara di belahan pelosok Indonesia yang lain menikmati curahan listrik masih dalam impian.

Kutipan-kutipan menarik dari buku ini

Dengan sekolah, seseorang mendapatkan ilmu. dengan magang seseorang mendapatkan ilmu sekaligus sikap karakternya. Pemimpin tidak hanya harus pandai, tapi juga harus berkarakter. Yang tearakhir itu tidak akan bisa didapat di jenjang pendidikan formal. (218)

Integritas diutamakan agar seseorang pemimpin tidak membawa kepada kerusakan. Kerusakan perusahaan dan kerusakan manusianya. Orang biasa yang tidak punya integritas hanya akan merusak dirinya. Tapi pimpinan yang tidak berintegritas akan menimbulkan kerusakan yang luas (237)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: