Monthly Archives: August 2012

She can! *sooo…I can :)*

Judul : She Can!

Catatan Inspiratif Wanita

Sang Pendobrak,

Mendobrak Tantangan,

Merentas Jalan ke Masa Depan

Penulis : Shahnaz Haque
Penyunting :
Pewajah Sampul :
ISBN
Halaman :
Penerbit :
Cetakan :

 

She can! ini merupakan sebuah buku yang  rangkuman dari tujuh kisah para wanita dari program tayangan TV “Tupperware SheCan!”, sebuah program yang menayangkan kisah para wanita Indonesia yang mencerahkan (enlighten),mengedukasi  (educate) dan memberdayakan (empowerment).

Buku ini mengisahkan tujuh orang perempuan yang berani mendobrak kondisi lingkungannya menjadi lebih baik tak hanya untuk dirinya namun juga untuk orang-orang di sekitarnya, berani berjuang untuk mimpi-mimpinya sehingga mencapai impiannya.

Sebelumnya saya sudah membaca tentang kiprah Kiswati di berbagai media, namun membaca kembali kisahnya melecutkan semangat dalam diri saya. Kiswati, adalah seorang yang punya impian menjadi orang yang pintar, hanya saja karena terlalu miskin ia hanya bisa mengenyam pendidikan sampai SD. Ayahnya berusaha menghiburnya bahwa dengan baca dia tetap bisa pintar. Maka impiannya, punya perpustakaan gratis agar orang-orang miskin seperti dirinya  bisa ikut mendapatkan ilmu. Kiswati, membuat buku menjadi prioritas dalam hidupnya, ketika sebagian besar penghasilan sebagai pembantu  dibelikan untuk buku, ketika menerima pinangan suami dengan syarat mendukungnya akan kecintaannya terhadap buku, juga ketika uang keperluan anaknya dipangkas untuk buku. Tak hanya membuka perpustakaan di rumahnya, Kiswati juga bersemangat untuk meminjamkan buku secara gratis dengan sepeda ontelnya. Sehingga dikenal sebagai perpustakaan sepeda ontel. Banyak orang yang mencemooh, karena latar pendidikan dan pekerjaannya, tapi Kiswati tak pernah patah semangat untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, kegigihannya untuk mewujudkan  impiannya berbuah hasil,  perpustakaannya semakin berkembang dengan ribuan koleksi buku juga kegiatan-kegiatan yang mendidik untuk anak-anak. Apalagi  setelah kiprahnya diketahui seluruh penjuru negeri sehingga  menggerakan banyak orang untuk memberikan donasi. Kisah Kiswati, menginspirasi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mewujudkan impian.

Begitupula dengan kisah Ema Susanti seorang sineas muda yang punya impian untuk bisa melanjutkan kuliah.  Meskipun kondisi keuangan tak memungkinkan tak memadamkan impiannya, selepas SMA beragam pekerjaan dilakukan namun tak juga mengantarkannya ke bangku perkualiahan sampai kemudian menjadi TKW di Hongkong. Saat menjadi TKW di Hongkong itulah dia bisa menabung sampai mencukupi untuk bisa kembali ke Indonesia dan kuliah sesuai dengan impiannya.

Keterbatasan seringkalipula menempa seseorang untuk bisa lebih tangguh dalam menjalani hidup, seperti kisah Cristine Hakim (bukan bintang film) seorang ratu keripik singkong balado, oleh-oleh dari Padang. Kehidupan masa kecil yang sulit secara ekonomi karena ayahnya telah meninggal, menempa dirinya untuk bekerja keras dan membanting tulang membantu ibunya berjualan makanan ringan. Kesuksesannya membuat penganan keripik singkong balado bukanlah sebuah proses instant, semangat berbagi mendorongnya untuk berbagi kesuksesan dengan memberi bimbingan dan bantuan perlatan atau bahan mentah pada seluruh anggota UKM pada koperasi yang  dipimpin olehnya.

Tentunya, di Indonesia tak ada yang tak mengenal Anne Avantie dan Waljinah kedua perempuan ini menjadi maestro di bidangnya masing-masing. Tau dan menyadari bakat yang dimiliki tak akan berguna jika tidak dikembangkan dengan sungguh-sungguh. Anne Avantie yang memiliki kecintaan terhadap dunia anak-anak dan kesehatan mendorongnya mendirikan Wisma Kasih, berbeda dengan Waljinah yang memiliki kencintaan di dunia keroncong menyulap garasi rumahnya menjadi tempat untuk berlatih keroncong, menyiapkan generasi penerus dalam melestarikan seni keroncong.

Semangat untuk terus hidup, ditunjukkan oleh Tiara Savitri yang telah berkali-kali divonis mati karena penyakit lupus yang menggerogoti tubuhnya namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Tiara terus melanjutkan hidup, menikah, kemudian melahirkan seorang anak dan mendirikan Yayasan Lupus Indonesia. Meskipun cobaan mendera dengan kematian suaminya yang terkena kanker, Tiara tak berhenti untuk terus berjuang  menjadi seorang pekerja sosial.
Ada hikmah dari musibah yang menipa, dialami juga oleh presenter dan brand ambassador dari merk yang mensponsori acara dan buku ini. Menderita kanker ovarium membuat Shahnaz Haque menjadi lebih dekat dengan ayahnya dan menjadi titik balik dalam hidupnya.

Dalam buku ini, tidak hanya kisah yang dituturkan dari sumber secara langsung tapi terdapat pulan komentar singkat dari beberapa orang terdekat, sehingga kita bisa melihat gambaran orang tersebut secara utuh. Meskipun tentu saja, karena ini buku ini bukan buku biografi perorangan maka masing-masing kisah  tidak diulas secara detail dan mendalam. Tapi, cukup untuk memberikan gambaran kisah hidup para tokoh wanita ini dan kenapa para wanita ini cocok untuk dinobatkan sebagai “Sang Pendobrak”

Saya suka buku yang menceritakan beragam kisah yang menginspirasi, karena pengalaman adalah guru termahal. Dari membaca kisah hidup orang kita bisa belajar banyak hal dari beragam pengalaman orang tersebut.
1. Jika selama ini, saya seringakali menunda melakukan sesuatu untuk bisa berkontribusi, memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar karena berbagai alasan, maka saya merasa sangat malu membaca kisah mereka yang berada di buku ini yang dalam keterbatasannya bisa melakukan sesuatu. . Maka, tak ada alasan lagi bagi saya untuk menunda mewujudkan impian saya. Mulai dari sekarang, sekecil apapun yang saya bisa.
2. Harus punya mimpi, memilihara impian itu betapun sulitnya dan rasanya tidak mungkin untuk mewujudkan impian, dan terus berusaha mewujudkannya.
3. Kondisi yang serba sulit, terkadang membuat kita menjadi semakin tertempa dengan semangat juang yang tinggi. Selalu ada hikmah dibalik kesulitan yang menimpa.

She Can! Soooo… I can 🙂

Advertisements