Category Archives: Uncategorized

2014 TBRR PILE- A Reading Challange

Karena buku yang menumpuk pada akhirnya lebih banyak daripada buku yang dibaca di tahun kemarin, makanya saya memberanikan ikutan a reading challange yang dihosting oleh Hobby Buku.

Nyoba-nyoba ngelist buku-buku yang cuman nampang di lemari aja selama ini… dan semakin bertambah tahun bukan semakin berkurang listnya -_____-‘

  1. 35 sirah sahabiyah jilid 1
  2. 35 sirah sahabiyah jilid 2
  3. A beautiful mind
  4. A man named Dave (English)
  5. A perfectly good family (English)
  6. Al- Islam
  7. Annehouse of dreams (English)
  8. Anne of windy poplars (English)
  9. Angsa-angsa liar
  10. Api Sejarah 1
  11. Api sejarah 2
  12. Argenteuil
  13. Back when we were grown up (English)
  14. Berebut jiwa bangsa
  15. Boulevard de clichy
  16. Buffet
  17. Cawandatu
  18. Che Guevara: Revolusi Rakyat
  19. China Inc
  20. Cut Nyak Din
  21. Dakwah Fardiyah
  22. Delapan mata air kecemerlangan
  23. Desirable daughters
  24. Devine Secret of yaya Sisterhood (English)
  25. DNA Mutation Powerhouse (English)
  26. Eight cousin (English)
  27. Escape
  28. Evening (English)
  29. Harry Potter jilid 5 (English)
  30. Hirosima
  31. Indigostar
  32. Ketika Allah menguji kita
  33. Little women (English)
  34. Maeve Binchy (English)
  35. Maling Republik
  36. Max Havelar
  37. Mengubah dunia: kewirausahaan sosial dan kekuatan gagasan baru
  38. Memoirs of Geisha (English)
  39. Muhammad: Nabi dan Negarawan
  40. Nasihat untuk Orang-orang Lalai
  41. Night (English)
  42. Perempuan istimewa: teladan di medan dakwah
  43. Pengantin subuh
  44. Pergulatan muslim di barat
  45. Pramoedya Ananta Toer
  46. Proses kreatif: mengapa dan bagaimana saya mengarang jilid 3
  47. Proses kretaif: mengapa dan bagaimana saya mengarang: jilid 4
  48. Rose in bloom (English)
  49. Satu Tiket ke Surga
  50. Sejarah Perempuan Indonesia
  51. Singa dan Banteng
  52. Suddenly Supernatural
  53. Sumatra tempo doeloe
  54. Sumbangan Islam kepada ilmu dan peradaban modern
  55. Suppressed Invention and other Discoveries
  56. The Afganistan girl
  57. The devil wear Prada (English)
  58. The HERetic’s Daughter
  59. The lighthouse (English)
  60. The Great women
  61. The heavenly couple
  62. The Paladin
  63. The rise of Indi
  64. The world below (English)
  65. Umar bin Khattab
  66. People of Spark
  67. Young Samurai: The way of warrio
  68. Xar&Vichattan:Tahta Cahaya
  69. Xar&Vichattan: Ahli waris

 

Advertisements

Reading Challanges

Untuk reading challange Goodreads, tahun ini saya menetapkan target yang sama seperti halnya tahun 2012 juga tahun 2011. Dan di kedua tahun ini, saya belum bisa mencapainya. Banyak yang bisa dijadikan alasan dan kambing hitam tapi ketidak berhasilan saya memenuhi target karena saya belum sepenuhnya menjadikan kegiatan membaca aktif menjadi prioritas dalam hidup saya. Masih sebatas suka, belum cinta.

Dibandingkan dengan tahun 2011,  kegiatan membaca saya selama tahun 2012 menurun  dari 73% menjadi 65%. Juga kegiatan mengikuti berbagai diskusi buku, lauching buku, ataupun mengupdate blog ini untuk mereview buku.

Maka, saya berjanji bahwa tahun 2013 ini jangan sampai tidak lebih baik dari tahun 2011 bahkan lebih buruk daripada tahun 2012 untuk kegiatan membaca 🙂

Having Fun di Perpustakaan, Kenapa Engga?

Langkah kreatif dan inovatif dilakukan oleh perpustakaan-perpustakaan di Belanda sehingga mendobrak stereotype perpustakaan sebagai tempat yang membosankan.

Langkah tersebut dimulai dengan arsitektur perpustakaan yang tak hanya unik dan menarik tetapi juga ramah terhadap lingkungan seperti  TU Delf Library. Di disain oleh Mecannoo, gedung ini memanfaatkan atapnya untuk ruang hijau yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai dan bermain, selain itu berfungsi sebagai pendingin dan membantu mengendalikan limpasan air hujan.

Gedung Perpustakaan TU-Delf


Hal yang menarik dari berbagai perpustakaan  di Belanda adalah penggunaan desain interior dengan  perpaduan warna yang cerah  sehingga menghapus kesan perpustakaan suram dan kelam. Seperti perpustakaan DOK Library (DOK merupakan  pusat media yang mengkombinasikan musik dan film (dalam bahasa Belanda disebut Discotake) dan literatur Openbare bibliotheek Koninklijke) yang bertempat di Delf, warna ruangan disesuaikan dengan genre buku yang dipajang. Misalnya untuk buku-buku bergenre roman maka nuansa ruangan didominasi oleh warna merah, sedangkan untuk buku-buku grafis, ruangan dipulas dengan warna kuning-merah muda  dengan sofa hitam. Juga penggunaan tema ruangan belajr di perpustakaan TU-Delf.

Warna-warni di ruangan DOK Library

Warna-Warni Perpustakaan TU-Delf

Kursi-kursi yang ada dalam perpustakaan dibuat dengan desain keren juga super nyaman sehingga betah duduk berlama-lama di kursi-kursi tersebut.

Kursi-kursi keren dan nyaman di DOK library

Kursi-kursi  keren di Perpustakaan Universitas Amsterdam

Kursi-kursi keren di Perpustakaan TU-Delf

Berbagai fasilitas disediakan untuk membuat orang bisa bersenang-senang  di perpustakaan, bukan hanya untuk para kutu buku saja, tetapi juga para maniak musik dan film. Seperti di DOK Library, yang tak hanya menyediakan pemutar film atau musik tetapi juga  menyediakan kursi yang super nyaman untuk pencinta musik:

Kursi musik (Muziekstolen)

Selain itu, berbagai perpustakaan juga menyediakan fasilitas bermain untuk anak. Melihat galeri foto DOK tampak terlihat bahwa perpustkaan ini seringkali mengadakan acara sehingga sejak dini, anak-anak sudah terbiasa bermain dan menghabiskan waktu di perpustakaan.

Fasilitas bermain untuk anak di DOK Library

Tempat bermain akan di Almere Library

Berbagai kemudahan juga ditawarkan oleh berbagai perpustakaan dengan fasilitas digital self service.

Fasilitas digital dari Amsterdam Schiphols Airport Library

Fasilitas Digital di DOK Library

Fasilitas digital di Perpustakaan TU-Defl

Inovasi juga dilakukan buat orang-orang yang males dateng ke perpustakaan dengan menyediakan perpustakaan di ruang publik seperti bandara dan pantai.

Perputakaan di Pantai: serunya membaca dengan semilir angin pantai dan lantunan ombak

Lagkah kreatif juga dilakukan dengan  membuat perpustakaan bergerak dari kontainer sehingga bisa  menjangkau sekolah-sekolah yang kekurangan dana ataupun tempat untuk perpustakaan. Meskipun dari kontainer, desain perpustakaan ini tak kalah menarik lhoo, jendela yang besar sehingga anak-anak bisa melihat ke luar. Interior yang menyenangkan  membuat anak-anak betah di dalam perpustakaan ini.

BiebBus: kontainer yang dialihfungsikan sebagai perpustakaan

Dengan langkah inovasi dan kreatif peran perpustakaan di Belanda tak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga menumbukembanngkan budaya baca-tulis. Sehingga tak heran, perpustakaan menjadi salah satu tempat alternative bagi para warganya untuk menghabiskan liburan dan tentu saja: untuk bersenang-senang.

Bersenang-senang dimulai dari perpustakaan

Referensi:

Tagged ,