Tag Archives: Buku Anak

Cerita tentang Orkestra

Buku ini membahas sejarah musik klasik mulai era barok, era klasik dalam musik klasik, era romantik, sampai era modern juga memperkenalkan komposer-komposer dari setiap era tersebut. Meskipun singkat, tapi kita bisa tahu secara garis besar kehidupan komposer pada era tersebut serta karyanya. Ya, kita bisa mendengarkan karya dari setiap komposer-komposer tersebut seperti Wanger, Vivaldi, Bach, Hydn, Beethoven, Tchaikovsky, Brahms, Mahler, Debussy, Stravinsky, dll. Serunya, di buku ini, disertai penjelasan lagu yangn ada di track CD misalnya menceritakan apa atau efek yang ingin disampaikan oleh komposernya 😀

 

Ada banyak fakta mengejutkan yang saya dapat dari buku ini, contohnya Debussy yang terinspirasi oleh alat musik gamelan dalam acara Paris Exposition pada tahun 1889 sehingga menghasilkan musik baru! (ini maksudnya gamelan..gamelan Indonesia?! woww.. kalau bener dari Indonesia, berarti musisi Indonesia di tahun 1889 udah go international. PR banget buat saya nyari tau tentang gamelan).

Sepertinya setelah membaca cerita tentang Hydn, saya jadi suka sama sosok Hydn. Selain dia disebut Papa Joe oleh murid-muridnya karena baik, lembut dan bersifat kebapakan, juga karena dia mennghasilkan dua murid  yang menjadi komposer hebat, yaitu Mozart dan Beethoven.

Alat musik yang digunakan dalam orkestra juga dibahas dalam buku ini. Disertai contoh lagu yang mewakili instrumen tersebut, tentunya ditambah penjelasan lagu terkait instrumen yang dimainkan.

Sebagai penyuka musik klasik, saya seneng banget bisa membaca buku ini, apalagi buku ini disertai oleh warna-warni ilustrasi yang menarik di setiap halamannya. Meskipun termasuk buku anak, saya yang sudah dewasa mendapatkan banyak hal yang baru tentang orkestra dari buku ini.

Tagged ,

Mengenang Kembali Dongeng Sepanjang Masa

Hans Cristian Anderson

Judul : Dongeng Sepanjang Masa
Penulis : H.C. Andersen
Penterjemah : Ismail Isdito
Penyunting : Alit Tisna Palupi
Pewajah Sampul dan ilustrasi :  Yfana Khadija Amelz
ISBN : 9797802949
Halaman : 184
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Cetakan pertama,2008

Dulu, waktu saya masih kecil, buku cerita dari Hans Cristian Andersen menjadi salah satu harta karun saya karena saat itu saya pertamakali mempunyai buku hardcover, tebal, fullcolor dengan kertas glossy. Saya masih ingat betapa saya menyukai gambar-gambar di dalamnya juga cerita yang kadang aneh,lucu, atau sedih,mengharukan namun satu akhir bahagia. Maka ketika saya menemukan buku ini dan membuka lembarannya yang bernuansa kuno. Saya langsung suka banget karena mengingatkan saya pada buku favorite saya waktu kecil meskipun kumpulan ceritadalam buku ini tak percis sama dengan cerita-cerita buku yang saya punya waktu kecil dulu 😀

Dalam buku ini terdapat cerita yang sudah saya kenal seperti Gadis Penjual Korek Api, Sepasang Sepatu Merah, Cinta Sejati Putri Duyung, Anak Itik Buruk Rupa, Serdadu Timah yang Berani, Burung Bangau, Si Kecil Tiny dan Sebelas Angsa Liar. Tetapi ada juga cerita yang baru saya tau atau baru saya ingat kembali seperti Koper Ajaib, Kasih Ibunda, Nenek, Hans Kikuk, Keluarga Bahagia, Orang Tua Selalu Benar serta Balada Gasing dan Bola.

IMG_20130707_093044

Sekilas tentang Hans Cristian Andersen yang dikutip dari buku ini:

Hans Cristian Andersen lahir di Odense, Denmark pada tanggal 2 April 1805. Latar belakang keluarganya sangat memengaruhi karya sastra yang dihasilkannya-menggambarkan kesenjangan yang mencolok antara golongan miskin dan kaya. ibunya hanya seorang tukang cuci di keluarga kaya, sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang sepatu.

Kecintaan Andersen pada seni mulai tampak sejak muda. Ia meninggalkan rumahnya pada usia 14 tahun untuk mencari nafkah, kemudian mencoba menjadi penyanyi dan aktor. Namun, di awal perjalanan kariernya sebagai seniman, ternyata ia kurang beruntung dan ernah menderita hingga hampir mati kelaparan.

Dengan beasiswa yang diterimanya dari Direktur Teater Kerjaan, Andersen dapat meneruskan kuliah di sebuah universitas di Kopenhagen. lalu, ia mulai menulis. Pada awalnya, ia dikenal sebagai penyair. Berkat puisi-puisinya ia mendapat dukungan fiannsial dari beberapa pihak sehingga ia bisa melakukan perjalanan keliling Eropa.

Buku dongengnya terbit pertama kali pada 1853. Buku itu meraih sukses besar, kemudian disusuk dengan beberapa jilid buku cerita anak yang  terbit hampir setiap tahun berturut-turut hingga 1872. buku-buku dongeng yang ditulisnya membuat Andersenmenjadi pengarang terbesar diDenmark dan salah satu penulis cerita anak yang paling disayangi di dunia. Sepanjang hidupnya, Andersen menulis lebih dari seratus lima puluh dongeng dan hasil karyanya telag diterjemahkan ke dalam lebih dari seratus bahasa.

Saat ini, Cristian Andersen Award merupakan salah satu penghargaan yang tertinggi untuk karya sastra anak. Penghargaan yang dikeluarkan oleh suatu yayasan yang diketuai Ratu Margaretge II dari Denmark  itu diberikan hanya kepada seorang pengarang dan ilustrator setiap dua tahun sekali

Postur hans Cirtian Andersen yang jangkung kurus dan berhidung besar, membuatnya merasa berpenampilan buruk. Jadi tidak mengherankan bahwa tema-tema ceritanya menyiratkan keberpihakannya kepada mereka yang tersisih dan menderita. Dalam tulisannya, ia juga sering mengejek orang-orang yang norak dan sombong.
Moral cerita Andersen banyak mengajarkan kepada kita bahwa penampilan yang serbasempurna sering menutupi kebusukan. sementara itu, di balik penampilan yang serbakurang ternyata tersimpan kecantikan hati nurani yang hakiki.

Tagged ,

Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Buku Doa Tiga Ekor Ulat

Judul : Doa Tiga Ekor Ulat
Penulis : Iwan Yuswandi, dkk
Ilustrasi Isi : H. Pidi Baiq, Agung, Nur Cililia
Ilustrasi Sampul : Studio Air
Penyunting Naskah : Dadan Ramadhan
Penyunting Ilustrasi : Iwan Y
Desain Sampul dan Isi/strong> : Tumes dan Iwan
Pengarah Desain : Anfevi
ISBN : 978-979-752-837-9
Halaman : 113
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan : I, April 2008

Salah satu targetan saya di tahun 2013 adalah mengkoleksi buku-buku anak:) dan menjadi sangat menyenangkan, membuka tahun dengan membaca buku anak ^___^

Buku ini merupakan buku seri dongeng balita (Seri Little Muslim Explorer) yang terdiri dari lima dongeng, ada dongeng doa tiga ekor ulat, capung bersayap satu, kisah sebuah truk, Siamang penyanyi hutan. dan Sapi yang Pelit. Lima kisah ini tentu saja penuh dengan hikmah dan pelajaran yang bisa dicontoh oleh anak-anak yang membaca.

Doa tiga ekor ulat menceritakan tentang pohon yang hanya mempunyai tiga daun, kedua daun telah dimakan ulat sebelumnya, saat ulat teakhir yang kelaparan akan memakan daun terakhir ulatnya jatuh sampai akhirnya meninggal. Pohon yang sedih kemudian menangis dan airmatanya menumbuhkan daun-daun dengan rimbun. Dari kisah ini, anak-anak bisa belajar untuk berbagi apa yang kita miliki. Bisa jadi dengan memberi kita bisa mendapatkan lebih 🙂

Capung bersayap satu menceritakan seekor capung yang hanya mempunyai satu sayap sehingga tidak bisa terbang jauh seperti teman-temannya yang lain. Tetapi karena capung pandai mendongeng, capung bisa terbang melebihi jangkauan teman-teman yang pernah mengolok-oloknya. Kisah ini mengajarkan untuk bisa menghargai orang yang mempunyai kekurangan, bisa jadi dia mempunyai kekurangan di satu sisi namun di sisi yang lain dia punya banyak sekali kelebihan.

Kisah sebuah truk menceritakan sebuah truk yang sudah tidak berguna dan dibuang ke tempat pembuangan, namun berkat Mino, truk itu bisa berguna. Dongeng ini bisa menjadi contoh agar anak-anak tidak sembarangan membuang barang-barang yang tidak berguna, dengan kreativitas bisa membuat barang yang tampaknya tidak berguna bisa menjadi bermanfaat kembali.

Siamang penyayi hutan menceritakan tentang siamang yang suka menyanyi kapan saja, sehingga seluruh penghuni hutan terganggu dan mengusirnya dari hutan. Namun, karena siamang menyanyi pada saat yang tepat penduduk hutan merasa berterimakasih pada siamang. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa aktivitas yang dilakukan jadi mengganggu orang lain jika dilakukan pada saat yang tidak tepat. Misalnya dengan menangis sepanjang waktu, hehe

Sapi yang Pelit menceritakan sapi yang sangat kaya makanan, tetapi tidak mau berbagi. Ketika Sapi gagal memanen apel dan tidak mempunyai makanan sama sekali, hanya Kambing yang mau menolonngnya. Padahal kambing pernah sakit karena Sapi memberinya makanan yang sudah basi. Kisah ini memberikan pelajaran untuk terus berbagi.

Saya suka ceritanya, juga ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Untuk Balita, tentu saja buku ini harus didongengkan oleh orang tuanya. Karena jika membaca sendiri, untuk anak-anak balita yang baru belajar membaca kalimat dalam buku ini terlalu panjang.

Gaya ilustrasi di dalam buku ini yang beragam juga membuat saya (yang sudah dewasa) tidak bosan membaca buku ini berulang kali. Saya paling suka ilustasi oleh Nur Cililia dalam kisah sebuah truk dengan menggunakan media crayon.

Truk yang sedang menangis

Tagged , , ,